• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bencana Kabut Asap Selimuti Kota Sydney

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bencana Kabut Asap Selimuti Kota Sydney

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di Australia menyelimuti seantero kota Sydney, Selasa (10/12/2019). Kabut asap ini mengandung sejumlah partikel berbahaya dan juga mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan bermotor.

Warga Sydney merasa kabut asap kali ini merupakan yang paling tebal dalam krisis kebakaran hutan Australia sepanjang 2019. Kabut asap ini telah membuat sejumlah perjalanan kapal feri di pusat kota Sydney dibatalkan.

Kualitas udara di Sydney relatif buruk dalam beberapa pekan terakhir, yang merupakan dampak dari sekitar 100 kebakaran yang berkobar di seantero New South Wales (NSW).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Titik api terdekat berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Greater Sydney, kota dengan total populasi lima juta orang. Beberapa hari sebelum kemunculan kabut asap, warga Sydney melaporkan adanya abu yang berjatuhan dari langit.

Polusi udara di Sydney bahkan pernah mencapai 11 kali lipat dari level “berbahaya” bagi kesehatan. Kondisi tersebut jauh lebih buruk di wilayah pinggiran Sydney yang berlokasi lebih dekat dari titik api.

Otoritas Sydney meminta warga untuk tetap berada di dalam ruangan, atau memakai masker jika terpaksa harus berada di area terbuka.

Dikutip AFP, menurut keterangan sejumlah rumah sakit di Sydney, kunjungan pasien rata-rata meningkat 25 persen dari biasa di tengah kondisi kabut asap. Sebagian besar dari tambahan pasien itu mengeluhkan masalah pernapasan.

Enam orang tewas dan lebih dari 700 rumah hancur akibat kebakaran hutan yang melanda Australia sejak September lalu. Lebih dari dua juta hektare lahan di NSW dilaporkan telah hangus dilalap api.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison sedang berada di Sydney hari ini, namun ia tidak berkomentar secara langsung mengenai kondisi kabut asap terkini. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana Kabut AsapClimate CrisisClimate EmergencyKebakaran Hutan Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.