• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Berbeda dengan BI, World Bank Proyeksi Ekonomi Indonesia hanya Tumbuh 2,1 Persen

by Redaksi Asiatoday
March 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impor Turun Tajam, Ekspor Indonesia hanya Tumbuh 2 Persen di Februari 2020

Aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya akan mencapai 2,1 persen (yoy).

Proyeksi ini jauh di bawah proyeksi Bank Indonesia yang mencapai 4,2-4,6% (yoy).

Dalam laporan terbaru World Bank bertajuk East Asia and Pacific Economic Update: April 2020 yang baru saja dipublikasikan kemarin, Senin (30/3/2020), tekanan terbesar bakal terjadi dari sisi ekspor dan impor Indonesia.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Bank Dunia memproyeksikan laju ekspor dan impor pada 2020 masing-masing akan terkontraksi sebesar -2 persen (year on year/ yoy) dan -7 (yoy), melanjutkan kontraksi pada 2019 lalu yang masing-masing mencapai -0,87 persen (yoy) dan -7,69 persen (yoy).

Investasi juga diproyeksikan stagnan, tumbuh 0 persen (yoy). Sementara, BI masih memproyeksikan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih mampu tumbuh 3,1-3,5 persen (yoy) tahun ini.

Konsumsi swasta diproyeksikan bakal tumbuh rendah di angka 1,5 persen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan konsumsi swasta tahun lalu yang mencapai 5,2 persen (yoy).

Proyeksi Bank Dunia jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi BI atas konsumsi swasta yang mencapai 4,6-5 persen (yoy) tahun ini.

Konsumsi swasta diproyeksikan turun karena adanya pembatasan pergerakan masyarakat oleh pemerintah untuk memperlambat laju penularan Covid-19.

Satu-satunya komponen PDB yang akan tumbuh lebih tinggi pada tahun ini menurut Bank Dunia hanyalah konsumsi pemerintah.

Bank Dunia memproyeksikan konsumsi pemerintah bakal tumbuh 5 persen (yoy) pada 2020, lebih tinggi dibandingkan proyeksi BI atas konsumsi pemerintah yang mencapai 2,1-2,5 persen (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 3,3 persen (yoy).

Konsumsi pemerintah diproyeksikan bertumbuh karena stimulus fiskal dari pemerintah untuk penanganan Covid-19. (ATN) .

,’;\;\’\’
Tags: Bank IndonesiaCOVID-19Pertumbuhan EkonomiResesi GlobalWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.