• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Biadab, Puluhan Penyu Hijau di Jepang Dubunuh Secara Brutal

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0

ASIATODAY.ID, TOKYO – Nasib tragis dialami puluhan penyu hijau di Jepang. Mereka dibunuh secara brutal oleh nelayan di pulau Kumejima setelah tertangkap di jaringnya.

Pejabat setempat mengatakan antara 30 dan 50 penyu hijau ditemukan mati atau sekarat pada Kamis (14/7/2022). Kondisi mereka menyedihkan dengan luka tusuk di leher dan di tempat lain, di satu pantai di pulau terpencil Kumejima, sekitar 1.600 km barat daya Tokyo.

Temuan itu adalah “pemandangan yang sangat mengerikan”, menurut Yoshimitsu Tsukakoshi, anggota staf senior di Kumejima Umigame-kan, sebuah badan konservasi penyu lokal.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

“Penyu adalah makhluk yang lembut dan mereka menjauh saat manusia mendekati mereka. Saya tidak percaya itu bisa terjadi di zaman sekarang ini,” kata Tsukakoshi seperti dilaporkan AFP, Selasa (19/7/2022).

Yuji Tabata, kepala koperasi nelayan setempat, mengatakan kepada AFP bahwa pria yang bertanggung jawab telah mengaku menikam hewan-hewan tersebut setelah puluhan hewan tersangkut di jaringnya.

Nelayan, yang namanya tidak disebutkan, mengatakan kepada koperasi bahwa dia sempat melepaskan banyak penyu yang tersangkut, tetapi setelah berjuang melawan hewan-hewan itu, dia mulai menusuknya.

“Dia bilang dia belum pernah melihat begitu banyak penyu di jaringnya. Dia menyesalinya sekarang. Dia bilang dia merasa dalam bahaya secara fisik,” kata Tabata.

Pemerintah kota setempat dan polisi sedang menyelidiki kematian tersebut, kata seorang pejabat kota. Namun dia menolak mengatakan apakah nelayan itu dapat menghadapi hukuman atas insiden tersebut.

Satu editorial di surat kabar lokal Okinawa Times pada hari Selasa mengutuk kematian dan cara hewan yang dilindungi dibiarkan binasa di pantai. Media itu juga mendesak pejabat setempat untuk mempertimbangkan klaim nelayan bahwa penyu menyebabkan kerusakan ekonomi.

Laporan lokal mengatakan beberapa nelayan di daerah itu percaya populasi penyu meningkat. Makhluk-makhluk itu dapat bertabrakan dengan perahu nelayan, melukai diri mereka sendiri dan merusak baling-baling perahu.

Tabata mengatakan masyarakat juga khawatir penyu memakan lamun yang menjadi rumah bagi ikan yang diandalkan untuk mata pencaharian mereka. Tabata menekankan bahwa insiden itu jarang terjadi dan para nelayan secara teratur melepaskan penyu yang tertangkap di pancing atau jaring mereka.

“Kami sedang dalam proses mencari ide agar hal ini tidak terjadi lagi,” tambahnya. (ATN)

Tags: Konservasi PenyuPenyu MatiSave OceanSpesies Penyu
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.