• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

BRICS Jadi Episentrum Baru, Lebih dari 40 Negara Siap Bergabung

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BRICS Jadi Episentrum Baru, Lebih dari 40 Negara Siap Bergabung 1

Presiden China, Xi Jinping memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS XIV secara virtual di Beijing, Kamis malam (23/6/2022). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – BRICS secara perlahan menjadi episentrum baru bagi negara-negara berkembang.

Afrika Selatan menyatakan lebih dari 40 negara telah menyatakan minat mereka untuk bergabung dengan negara-negara BRICS.

Melansir Reuters, Jumat (21/7/2023), Anil Sooklal dan para pejabat dari Departemen Luar Negeri Afrika Selatan berbicara kepada para wartawan di Johannesburg, sehari setelah Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladamir Putin tidak akan menghadiri KTT BRICS yang akan berlangsung pada 22-24 Agustus 2023.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Pertanyaan mengenai seberapa jauh dan cepat BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan merupakan agenda utama dalam KTT BRICS yang ingin mengimbangi hegemoni Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dalam urusan-urusan global.

”Selain 22 negara yang telah secara resmi meminta untuk bergabung, sejumlah negara secara informal telah menyatakan ketertarikan mereka untuk menjadi anggota BRICS, termasuk negara besar di belahan bumi bagian selatan,” ungkap Sooklal.

Para pejabat Afrika Selatan ingin BRICS menjadi pemimpin bagi negara-negara berkembang.

Argentina, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuba, Republik Demokratik Kongo, Komoro, Gabon, dan Kazakhstan telah menyatakan minatnya.

Afrika Selatan menghadapi dilema dalam menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Sebagai anggota Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang mengeluarkan surat perintah terhadap Putin pada bulan Maret, Afrika Selatan berkewajiban untuk menangkap presiden Rusia jika dia hadir atas dugaan kejahatan perang oleh Rusia selama invasinya ke Ukraina.

Namun pada hari Rabu, Afsel mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan hadir untuk menggantikan Putin.

Afrika Selatan mendapat kecaman dari negara-negara Barat atas apa yang mereka anggap sebagai sikap yang terlalu bersahabat dengan Rusia, sekutu lama Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa sejak gerakan pembebasan yang memerangi kekuasaan minoritas kulit putih.

Afrika Selatan bersikukuh bahwa mereka memiliki sikap netral dalam perang Ukraina, yang ingin diakhiri melalui negosiasi.

Para diplomat yang berbicara kepada pers pada hari Kamis mengatakan bahwa posisi tersebut telah dibuktikan dengan penerimaan Afsel oleh kedua belah pihak sebagai mediator dalam konflik tersebut, berbeda dengan sikap keras dari negara-negara Barat.

Rusia mendengarkan tetapi pada akhirnya tidak menerima rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden Cyril Ramaphosa dan para pemimpin Afrika lainnya bulan lalu.

“Apakah kecaman dan isolasi membawa kita lebih dekat pada perdamaian? Tidak. Tetapi keterlibatan akan membawa para pihak lebih dekat ke negosiasi,” ungkap Zaheer Laher, penjabat direktur jenderal Afrika Selatan untuk tata kelola global. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BRICS
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.