• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Covid-19, Malaysia Tutup Total Akses Masuk Pemegang Visa dari 9 Negara

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Menurun, Malaysia Hentikan Siaran Harian Covid-19

Negeri Malaysia. Ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Untuk mencegah penyebaran coronavirus (Covid-19), Pemerintah Malaysia menambah daftar pemegang visa yang dilarang masuk negeri itu.

Pada Kamis (3/9), Malaysia menyatakan ada sembilan negara termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis, yang masuk ke dalam daftar pemegang izin visa atau imigrasi jangka panjang yang dilarang memasuki negara itu.

Larangan itu akan mencakup semua negara yang telah melaporkan lebih dari 150.000 kasus Covid-19.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Sebelumnya pada Selasa (1/9), pemerintah Malaysia mengumumkan akan melarang pemegang izin masuk dari India, Indonesia, dan Filipina mulai 7 September 2020.

Melansir Kantor Berita Bernama, Menteri senior Ismail Sabri Yaakob mengungkapkan, langkah ini diterapkan sebagai upaya untuk membendung kasus virus corona dari luar negeri.

Malaysia, yang melaporkan hanya 9.374 kasus COVID-19 dan 128 kematian pada Kamis, telah melarang turis dan pebisnis memasuki negara itu sejak Maret. Hal ini dilakukan ketika memberlakukan pembatasan ketat pada pergerakan dan perdagangan untuk menahan penyebaran virus.

Langkah untuk lebih memperketat pembatasan masuk menyusul penemuan klaster baru yang dipicu oleh infeksi diantara warga Malaysia yang kembali dari luar negeri dan migran tanpa dokumen.

Daftar yang diperluas juga mencakup Brazil, Prancis, Spanyol, Italia, Arab Saudi, Rusia, dan Bangladesh.

“Kami akan menambah lebih banyak negara yang dianggap berisiko tinggi,” kata Ismail Sabri.

Ismail Sabri sebelumnya mengatakan bahwa larangan tersebut akan mencakup penduduk tetap, ekspatriat, dan pelajar. Kemudian, mereka yang memiliki visa pasangan dan peserta program “Malaysia Rumah Kedua Ku”. (Ant)

Tags: Corona AsiaMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.