• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Resesi Akibat Perang Dagang, Bank Sentral China Reformasi Suku Bunga

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Resesi Akibat Perang Dagang, Bank Sentral China Reformasi Suku Bunga

Bank Central China. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank sentral China mengumumkan reformasi suku bunga untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang terdampak perang dagang dengan AS. Langkah ini untuk mencegah agar China tidak dilanda resesi.

People’s Bank of China (PBOC) mengatakan akan memperbaiki mekanisme yang digunakan untuk menetapkan Loan Prime Rate (LPR) sejak bulan ini. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya terus menurunkan suku bunga acuan bagi korporasi.

“Dengan melakukan reformasi dan memperbaiki mekanisme penyusunan LPR, kami akan bisa menggunakan metode reformasi berdasarkan pasar (market-based) untuk membantu menurunkan suku bunga pinjaman riil,” papar PBOC seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2019).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

PBOC melanjutkan akan memperdalam reformasi suku bunga berdasarkan pasar, meningkatkan efisiensi transmisi suku bunga, dan menurunkan biaya dana di ekonomi riil.

Nantinya, perhitungan LPR akan disusun berdasarkan operasi pasar terbuka dan pusat pendanaan antar bank nasional akan diberi kewenangan untuk mempublikasikan suku bunga terkait pada Selasa (20/8). Ke depannya, pengumuman suku bunga bakal disampaikan pada tanggal 20 setiap bulannya.

Selain itu, tenor sepanjang 5 tahun dan lebih akan ditambahkan untuk membantu PBOC menetapkan suku bunga untuk pinjaman jangka panjang, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selama ini, hanya ada LPR untuk tenor 1 tahun.

Beijing juga bakal menambah 8 bank kecil, termasuk 2 bank yang dibiayai asing, ke daftar bank nasional eksisting yang diperbolehkan memasukkan kutipan LPR. Saat ini, jumlahnya ada 10 bank.

Kebijakan ini diambil menyusul komitmen Dewan Negara China bahwa negara itu akan mengacu pada reformasi market-based untuk membantu menurunkan suku bunga riil bagi pelaku usaha. Langkah tersebut juga diyakini mampu memperkuat pengawasan terhadap bunga yang diberikan bank dan menghukum bank jika ada pelanggaran yang mengganggu ketertiban pasar.

PBOC meluncurkan LPR pada 2013, sebagai gambaran suku bunga yang diberikan bank kepada nasabah utama mereka. Namun, LPR tidak banyak terpengaruh oleh permintaan dan suplai di pasar, di mana bunga untuk 1 tahun sebesar 4,31 persen atau sedikit di bawah benchmark bunga pinjaman 1 tahun yang berada di posisi 4,35 persen. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaChina InvestPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.