• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Amerika Serikat Ciptakan Instabilitas di Asia

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ketegangan AS-China Menajam, Asia Tenggara Jadi Basis Konfrontasi Kedua Negara

Angkatan Laut Amerika Serikat hilir mudik di Indo Pasifik dan Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kedutaan Besar China di Filipina mengecam Amerika Serikat (AS) karena dianggap menciptakan Instabilitas di Asia.

Kecaman itu menyusul sikap utusan Gedung Putih yang berkunjung di Manila dan menyatakan dukungan terhadap negara-negara yang berselisih dengan China dan menuduh Beijing menggunakan tekanan militer untuk memajukan kepentingannya.

Selama perjalanan ke Manila pada hari Senin (23/11/2020), Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien menggarisbawahi komitmen AS untuk Taiwan dan menyampaikan kepada Filipina dan Vietnam, negara-negara yang sama-sama memiliki perselisihan maritim dengan China, bahwa AS memberikan dukungan pada mereka.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

“Itu menunjukkan bahwa kunjungannya ke kawasan ini bukan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi untuk menciptakan Instabilitas di kawasan itu guna mencari kepentingan egois AS,” kata kedutaan China dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin malam.

“Amerika Serikat harus ‘berhenti menghasut konfrontasi’ di Laut China Selatan dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang masalah Taiwan dan Hong Kong, yang murni urusan dalam negeri China,” lanjut pernyataan itu.

O’Brien telah memperingatkan China bahwa mereka akan menghadapi serangan balik jika mencoba menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Taiwan, yang dipandang China sebagai salah satu provinsi yang tidak memiliki hak untuk hubungan antar negara.

AS dan China telah berselisih mengenai masalah dari teknologi dan hak asasi manusia hingga militerisasi maritim China, dengan masing-masing menuduh satu sama lain melakukan perilaku provokatif yang disengaja.

China mengklaim 90 persen Laut China Selatan termasuk wilayah yang diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Pengadilan internasional pada tahun 2016 memutuskan bahwa klaim luas China, berdasarkan peta historisnya, tidak sejalan dengan hukum internasional. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.