• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: AS Hanya Membual, Genosida terhadap Uighur tidak Pernah Terjadi

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China menepis tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Beijing melakukan genosida terhadap Uighur dan minoritas Muslim lainnya sebagai “kebohongan yang keterlaluan”. China menganggap AS hanya membual.

Di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan habis masa jabatannya, AS telah berselisih dengan China mengenai perdagangan, keamanan, teknologi, asal-usul pandemi Covid-19, dan hak asasi dari Hong Kong ke Xinjiang, rumah bagi minoritas Uighur.

Di hari terakhir Pemerintahan Trump, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo meluncurkan sikap terakhirnya melawan China.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Diplomat top AS ini mengatakan, penahanan besar-besaran Beijing terhadap sebagian besar minoritas Muslim di wilayah Xinjiang sama dengan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam bantahan yang menggambarkan bahasa tegang antara rival, Kementerian Luar Negeri China membalas, menuduh Pompeo mengarang “proposisi palsu yang sensasional” selama masa jabatannya.

“Genosida tidak pernah terjadi di masa lalu, tidak terjadi sekarang, dan tidak akan pernah terjadi di China,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, Rabu (20/1), seperti dilansir dari CNA.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan, setidaknya satu juta orang Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

Akses independen ke area sensitif sangat dibatasi, membuat pelaporan dan verifikasi tuduhan hampir tidak mungkin.

Pompeo mendesak semua badan internasional termasuk pengadilan untuk menangani kasus-kasus atas perlakuan China terhadap Uighur. Dia juga menyuarakan keyakinan bahwa Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan.

China menyangkal melakukan kesalahan dan berpendapat bahwa kamp-kampnya adalah pusat pelatihan kejuruan yang dimaksudkan untuk mengurangi daya pikat ekstremisme Islam.

Pengganti Pompeo, pilihan Presiden terpilih Joe Biden untuk Menteri Luar Negeri, Antony Blinken mengatakan pada Selasa (19/1), dia setuju dengan keputusan petahana untuk melabeli tindakan China sebagai genosida.

Blinken juga berjanji untuk tetap bersikap keras terhadap China.

Tetapi, Hua menyimpan sebagian besar kritiknya pada Rabu untuk Pompeo, dengan menyebutnya “badut”. Dan sebaliknya, ia menyarankan pejabat AS lainnya agar tidak disesatkan oleh anggota Pemerintahan Trump.

Hua berharap, Pemerintahan Biden yang akan datang akan “memperlakukan China secara objektif dan rasional, dan bertemu China di tengah”.

Selain itu, Biden bisa lebih terukur dalam nada dan merajut kembali aliansi yang compang-camping di panggung global. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaSave Uighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.