• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Desak PBB Batalkan Telekonferensi Soal Uighur

by Redaksi Asiatoday
May 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Desak PBB Batalkan Telekonferensi Soal Uighur 1

Kota Kashgar, Xinjiang. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – China mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jerman dan Inggris untuk membatalkan telekonferensi soal Uighur. Beijing juga meminta negara-negara anggota PBB untuk tidak menghadiri acara tersebut.

Setidaknya 1 juta Uighur dan masyarakat dari etnis minoritas lainnya dikabarkan berada di sejumlah kamp di Xinjiang. Sejumlah grup Hak Asasi Manusia (HAM) menuding China melakukan kekejaman di kamp tersebut.

Namun selama ini China menegaskan bahwa kamp penahanan itu adalah pusat pendidikan re-edukasi untuk menghapus bibit-bibit ekstremisme dan terorisme.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Telekonferensi membahas soal Uighur, dijadwalkan berlangsung pada Rabu besok, disebut China “didasarkan pada kebohongan dan bias politik.”

“Kami mendorong para sponsor untuk segera membatalkan acara ini yang menganggu urusan dalam negeri China. Kami juga menyerukan negara-negara anggota untuk menolak acara tersebut,” kata misi diplomatik China untuk PBB.

“Situasi saat ini di Xinjiang berada dalam kondisi terbaik, dengan terjaganya stabilitas, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan kehidupan harmonis antar semua grup etnis,” sambungnya, dilansir dari SCMP pada Selasa (11/5/2021).

Selain mengenai kamp di Xinjiang, sejumlah grup HAM dan negara-negara Barat juga menuduh China mengawasi ketat aktivitas jutaan Muslim di Negeri Tirai Bambu.

“AS mengklaim peduli terhadal hak Muslim, terlepas dari fakta bahwa AS telah membunuh Muslim di Afghanistan, Irak, dan Suriah,” ungkap pernyataan China.

“Justru AS dan para pengikutnya yang telah membunuh banyak Muslim di dunia,” lanjutnya.

Acara telekonferensi pada Rabu besok akan dihadiri duta besar PBB dari AS, Jerman dan Inggris. Organisasi Human Rights Watch (HRW) juga dijadwalkan hadir mengisi acara. (ATN)

Tags: Human RightsSave UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.