• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kehilangan Respect, Taiwan Serukan Negara di Asia Bangun Kekuatan Bersama

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Kehilangan Respect, Taiwan Serukan Negara di Asia Bangun Kekuatan Bersama

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Agresifitas militer China di Laut China Selatan membuat negeri itu kian kehilangan respect. Tidak hanya dari negara-negara di Asia Tenggara, namun juga di kawasan Asia Pasifik.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bahkan secara terbuka mengecam segala bentuk agresifitas China karena merusak stabilitas di kawasan Asia Pasifik.

Karena itu, Tsai mengajak Negara-negara di kawasan Indo-Pasifik untuk berkoordinasi dan bersepakat untuk mengambil suatu kebijakan, demi menghentikan meluasnya tindakan militer agresif China di kawasan tersebut.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Tidak ada negara yang dapat menciptakan keamanan, perdamaian dan kesejahteraan regional seorang diri, oleh karena itu semua negara harus bekerja sama,” kata Tsai saat berbicara di Ketagalan Forum pada tanggal 8 September 2020 kemarin.

Menurut Tsai, perekonomian dan keamanan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Negara-negara sehaluan di kawasan Indo-Pasifik harus bekerja sama membangun kembali rantai pasokan (supply chain), demi menciptakan era pasca wabah yang makmur dan sejahtera.

Presiden Tsai menjelaskan sejak merebaknya pandemi Covid-19, pemerintah telah bersiap siaga, menerapkan kebijakan transparansi informasi, serta mengambil langkah pencegahan, untuk menjadikan Taiwan sebagai salah satu tempat paling aman di dunia, tanpa mengorbankan demokrasi dan kebebasan.   
 
Prestasi ini dihasilkan berkat kerja sama dan perjuangan yang dilakukan oleh pemerintah, pelaku sektor industri, dan seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini Taiwan telah memberikan bantuan sebanyak 50 juta lembar masker kepada negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika, serta menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan vaksin dan alat deteksi cepat.

“Dengan membantu diri sendiri barulah kita dapat membantu orang lain, ketika kita membantu diri sendiri dan memberikan manfaat kepada orang lain, mereka juga akan membantu kita,” kata Tsai dikutip keterangan tertulis MOFA, Kamis (10/8/2020).   
 
Tsai menegaskan, Taiwan bertekad untuk menjaga demokrasi dan kebebasan. Taiwan sedang mempercepat pengembangan kemampuan perang asimetris (asymmetric warfare) untuk memperkuat pertahanan nasional, serta melakukan reformasi cadangan militer untuk memastikan perlengkapan militer sesuai dengan kebutuhan, dan meningkatkan kemandirian industri pertahanan.

“Semua ini dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan militer yang terjadi, memperkuat kemampuan pertahanan diri, dan meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap kemampuan perlindungan diri yang dimiliki Taiwan,” tegasnya.    

Presiden Tsai juga mengatakan bahwa dalam “Forum Restrukturisasi Rantai Pasokan” yang beberapa hari lalu diselenggarakan oleh American Institute in Taiwan (AIT), telah disepakati bahwa negara-negara demokrasi harus bekerja sama, untuk menciptakan ketahanan rantai pasokan global yang tangguh, dan aman dari ancaman politik China.

Forum tersebut turut dihadiri oleh pihak Amerika Serikat, Jepang, serta perwakilan dari negara Eropa.
 
Taiwan telah berulang kali menghadapi tantangan besar, dan berhasil menghadapinya dengan cara mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan.

“Hanya dengan cara seperti inilah kita dapat mempertahankan perdamaian, kesejahteraan, dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik,” tandasnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China SelatanTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.