• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

China Masif Kembangkan Energi Bersih

by Redaksi Asiatoday
September 7, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Masif Kembangkan Energi Bersih

"5th Global Offshore Wind Summit" di Jinan, Provinsi Shandong, China. Ist

ASIATODAY.ID, SHANGHAI – Shanghai Electric Group, vendor terkemuka di dunia untuk alat-alat pembangkit listrik dan infrastruktur terkait, menggelar acara “5th Global Offshore Wind Summit” di Jinan, Provinsi Shandong, China, pada 27 Agustus.

Acara ini menjadi konferensi terbesar yang menyajikan spesifikasi tertinggi di dunia untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) lepas pantai. Lebih lagi, acara tersebut ingin mempromosikan kerja sama industri yang luas di seluruh dunia.

Acara “5th Global Offshore Wind Summit” juga ikut diselenggarakan oleh China Energy Research Association Renewable Energy Professional Committee (CREIA), China Renewable Energy Association Wind Energy Professional Committee (CWEA), Global Wind Energy Council (GWEC), serta majalah Wind Energy.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Li Junfeng, Chairman, Renewable Energy Committee, China Energy Research Association, mengatakan, diera pasca-COVID-19, banyak negara termasuk China kian meningkatkan keamanan energi nasional, transisi energi, serta otonomi energi.

Ajang ini menyediakan analisis mendalam tentang berbagai peluang di segmen PLTB lepas pantai, baik di negara maju dan berkembang. Acara tersebut berlangsung setelah China menerbitkan arahan tentang PLTB lepas pantai sebagai bagian dari rencana pemanfaatan pantai di tengah perkembangan pesat sektor ini.

“Jika kita berkaca pada China, PLTB lepas pantai memiliki momentum pertumbuhan positif di masa depan. Secara global, kami optimistis bahwa kapasitas sektor ini kelak berkisar dari 30 GW-230 GW. Sementara, negara-negara berkembang memiliki peran terpenting dalam proses ini,” ujar Alastair Dutton, Chairman, Offshore Wind Power Working Group, Global Wind Council, yang memaparkan tren PLTB lepas pantai di pasar dunia dan negara-negara berkembang, dikutip dari siaran pers Shanghai Electric, Senin (7/9/2020).

Dengan mengulas kebijakan, pasar dan teknologi PLTB lepas pantai, Shanghai Electric memaparkan upaya untuk menurunkan biaya siklus penggunaan PLTB secara efektif. Hal ini dapat ditempuh dengan membangun sistem yang terjangkau guna meningkatkan daya tahan peralatan dan komponen.

“Kami bervisi untuk meletakkan dasar pengembangan PLTB lepas pantai dengan ciri khas China,” jelas Jin Xiaolong, Vice President, Shanghai Electric Group, Party Secretary serta Chairman, Shanghai Electric Wind Power Group Co., Ltd.

“Shanghai Electric telah mempertimbangkan tahap desain, konstruksi, dan pengembangan PLTB lepas pantai dari sisi pengelolaan biaya siklus penggunaan, serta terintegrasi dengan ekosistem PLTB di China. Sebagai vendor untuk seluruh siklus penggunaan sistem PLTB, Shanghai Electric telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan internasional, hampir di setiap segmen dalam rantai nilai industri, termasuk generator, gearbox, bearing, perangkat dan platform digital untuk Litbang serta desain. Langkah ini turut mempromosikan pengembangan PLTB lepas pantai yang bermutu,” imbuhnya. (AT Network)

Tags: Asia EnergyEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen EnergyShanghai Electric Power Construction
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.