• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Penelitian Tentang Flu Babi G4 tidak Representatif

by Redaksi Asiatoday
July 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Ingatkan Prancis Tak Jual Senjata ke Taiwan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. Foto: Reuters

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah China merespons temuan para peneliti yang menyebutkan bahwa jenis baru flu babi atau G4 berpotensi menjadi pandemi.

China mengklaim penelitian itu ‘tidak representatif’.
 
Melansir AFP, Rabu (1/7/2020), Kementerian Luar Negeri China bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran tersebut.
 
“Virus G4 yang disebutkan dalam laporan terkait adalah subtipe dari virus H1N1. Para ahli telah menyimpulkan bahwa ukuran sampel dari laporan ini kecil dan tidak representatif,” jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam sebuah briefing rutin, Rabu (1/7).
 

Menurut Zhao, departemen dan pakar yang relevan akan terus meningkatkan pemantauan penyakit dengan mengirim peringatan dan menanganinya tepat waktu.
 
Penelitian yang diterbitkan Senin (29/6) di jurnal sains Amerika Serikat menyebutkan jenis baru flu babi yang ditemukan di China memiliki ‘semua ciri penting’ untuk menginfeksi manusia dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi pandemi lainnya.
 
Kemudian penelitian yang ditulis para ilmuwan di universitas-universitas China dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyebut, strain flu babi G4 baru secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009.
 
G4 diamati sebagai penyakit yang sangat menular, bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada musang daripada virus lain.
 
Para peneliti mengambil 30 ribu swab dari hidung babi di sepuluh provinsi di China dan memungkinkan mereka mengisolasi 179 virus flu babi.
 
Menurut penelitian, 10,4 persen pekerja di rumah potong babi yang diuji sudah terinfeksi.
 
Sejauh ini belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia. China tidak menjelaskan lebih lanjut tentang berapa banyak yang telah terinfeksi oleh G4.
 
“Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan risiko terjadinya pandemi,” tulis para peneliti.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Para peneliti juga mendesak berbagai langkah untuk memantau orang yang pekerjaannya berhubungan dengan babi.
 
Para ilmuwan di China mempublikasikan temuan jenis baru flu babi itu dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal sains AS, PNAS Senin (29/6).
 
Sebelum kabar virus G4, pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari sepuluh juta orang di seluruh dunia pertama kali juga muncul di China dan diperkirakan berasal dari kelelawar dan berpindah ke manusia melalui hewan perantara yang masih belum dikenal. Hingga kini virus corona itu telah menyebabkan 514.629 kematian. (ATN)

Tags: ChinaChina VirusCOVID-19Flu BabiG4 EA H1N1
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.