• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Siap-siap Relokasi Bisnis ke Thailand

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Siap-siap Relokasi Bisnis ke Thailand

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perang dagang yang tak kunjung reda antara Amerika dan China, membuat sejumlah perusahaan China siap-siap relokasi bisnis di Kawasan Asia Tenggara, salah satunya Thailand.

Berdasarkan tren permintaan untuk kawasan industri di Asia Tenggara, ketertarikan manufaktur China untuk membangun pusat produksi di Thailand meningkat guna menghindari tarif impor Amerika Serikat.

WHA Corp, penyedia top Thailand untuk kebutuhan pabrik, mengatakan mereka memperkirakan setidaknya setengah dari kontrak penjualan tanah baik tahun ini dan selanjutnya dari perusahaan China naik dari sekitar 12% pada 2018. Perusahaan ini juga mengembangkan kawasan industri di Vietnam.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pejabat eksekutif firma tersebut untuk unit pengembangan industri perusahaan, David Nardone mengungkapkan bahwa ada banyak minat untuk memindahkan kegiatan produksi ke Thailand.

“Ini akan berdampak signifikan bagi Thailand dan Vietnam. Setitik air dari China dapat menjadi berkah bagi kami karena ukuran ekonomi yang berbeda,” ujarnya seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (22/9/2019).

Thailand telah meluncurkan insentif termasuk keringanan pajak untuk menarik minat produsen yang berusaha menghindari tarif impor yang dipermasalahkan oleh AS dan China.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa Vietnam telah bergerak lebih cepat untuk menarik minat produsen China.

Menurut penelitian Nomura Holdings Inc., ada tiga kali lebih banyak perusahaan China berencana untuk merelokasi atau mengalihkan produksi ke Vietnam daripada ke Thailand.

Data Dewan Investasi menunjukkan, pada saat yang sama, nilai aplikasi investasi langsung asing bersih (net FDI) ke Thailand dari perusahaan-perusahaan China melonjak lima kali lipat pada paruh pertama 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Investasi China dan Hong Kong yang digabungkan bernilai sekitar US$1 miliar, disusul oleh Jepang, yang telah lebih melakukan produksi di Thailand.

WHA telah memiliki rencana untuk menambah enam kawasan industri ke dalam pipeline eksisting di Thailand dan telah mulai menjual tanahnya di Vietnam.

Nardone tidak melihat Thailand dan Vietnam sebagai pesaing, dengan mengatakan masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Butuh waktu lama untuk mendirikan pabrik di Vietnam, sementara Thailand kekurangan tenaga kerja, katanya.

“Produsen tampaknya hanya memindahkan sebagian produksi dari China mengingat besarnya pasarnya,” dia menambahkan.

Saham WHA telah naik sekitar 8% tahun ini, melebihi kenaikan 4,6% dalam indeks SET benchmark ekuitas Thailand.

Para pejabat Thailand mengatakan perusahaan-perusahaan termasuk Sony Corp, Sharp Corp dan Harley-Davidson Inc. memindahkan beberapa manufaktur ke negara itu.

Mereka berharap investasi asing langsung akan membantu menghidupkan kembali ekonomi yang bergantung pada ekspor, tengah melambat karena kekuatan mata uang, dampak perang perdagangan dan gejolak politik domestik. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AseanAsean OutlookChina InvestThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.