• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Strategi Indo Pasifik AS Bisa Menyulut Konflik Terbuka

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China: Strategi Indo Pasifik AS Bisa Menyulut Konflik Terbuka

Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe. Dok

ASIATODAY.ID. JAKARTA – China merespon balik tuduhan Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan China sebagai ancaman di Asia.

Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe memperingatkan strategi kerja sama Indo Pasifik yang digagas AS justru akan mendorong konfrontasi.

Dalam konferensi pertahanan terbesar di Asia, Wei membantah strategi yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin sehari sebelumnya dan mengatakannya sebagai upaya menahan perkembangan China.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kedua kepala pertahanan itu termasuk di antara banyak pejabat keamanan yang berpidato di Dialog Shangri-La IISS di Singapura pada Minggu (12/6/2022).

“Bagi kami, strategi itu adalah upaya untuk membangun kelompok kecil yang eksklusif yang mengatasnamakan kebebasan dan Indo Pasifik yang terbuka,” kata Wei seperti dikutip Bloomberg, Minggu (12/6/2022).

Menurutnya, kerja sama AS – Indo Pasifik akan menciptakan konflik terbuka dan konfrontasi untuk mengendalikan dan menguasai negara lain.

Amerika dan China sama-sama memanfaatkan pertemuan tahunan ini untuk menyerukan visinya untuk keamanan kawasan di saat invasi Rusia ke Ukraina.

Administrasi Biden tengah berupaya berkontribusi terhadap perlindungan kedaulatan negara-negara kecil. Namun di sisi lain, dia juga menghadapi skeptisisme tentang komitmennya, mengingat China merupakan ekonomi dominan di kawasan itu. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.