• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Tolak Rencana Amerika Perpanjang Embargo Senjata Iran

by Redaksi Asiatoday
May 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Amerika Perpanjang Embargo Senjata Iran

Senjata nuklir Iran. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China menolak keras rencana Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.

Melansir Al-Arabiya pada Jumat (15/5/2020), bila rencana ini tidak digagalkan, maka Washington berpeluang mengembalikan seluruh sanksi terhadap Teheran di Dewan Keamanan PBB.

Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook, secara terbuka mengkonfirmasi rencana AS dua minggu setelah seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa AS telah memberi tahu Inggris, Prancis dan Jerman tentang rencananya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sementara Perwakilan China untuk PBB di New York mengatakan bahwa dengan berhentinya AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018, Washington telah “gagal memenuhi kewajibannya” di bawah resolusi Dewan Keamanan 2015.

Diketahui, Iran saat ini terikat Pakta Nuklir 2015 berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat, Rusia, China, Jerman, Inggris dan Prancis, yang mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Kesepakatan itu yang dikenal sebagai JCPOA, memungkinkan untuk mengembalikan (snapback) seluruh sanksi yang dijatuhkan sebelumnya, termasuk embargo senjata, jika Iran melanggar kesepakatan.

Sementara di bawah kesepakatan nuklir, embargo senjata PBB akan berakhir pada Oktober mendatang.

“AS tidak memiliki hak untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, apalagi untuk memicu snapback. Mempertahankan JCPOA adalah satu-satunya cara yang tepat untuk maju,” tulis Perwakilan China untuk PBB di Twitter.

Selain China, Rusia telah mengisyaratkan penentangannya untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, dan klaim AS bahwa mereka dapat memicu kembalinya semua sanksi terhadap Teheran.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang ada saat ini merupakan warisan kesepakatan paling buruk dari Presiden AS sebelumnya, Barack Obama. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDewan Keamanan PBBIranUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.