• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Covid-19 di Beijing Diduga dari Ikan Salmon Impor, WHO Khawatir Meluas

by Redaksi Asiatoday
June 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO: Amerika Selatan Kini Jadi Episentrum Baru Covid-19

Markas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Media lokal di China melaporkan, virus corona baru penyebab wabah Covid-19 yang sedang menyebar di Beijing ditemukan di papan pemotongan ikan salmon impor di sebuah pasar.

Akibat kejadian itu, pihak yang berwenang meminta supermarket besar di Beijing untuk menarik ikan dari rak-rak mereka.

Manajer umum pusat grosir Xinfadi yang merupakan pusat grosir terbesar di Beijing juga telah diberhentikan bersama dengan sejumlah pejabat lokal lainnya, seperti dikutip BBC, Selasa (16/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Berkaitan dengan perkembangan terbaru itu, Pemerintah Kota Beijing telah mengunci lebih banyak permukiman dan melakukan pengujian untuk menahan penyebaran virus corona. Selain itu, pasar Xinfadi sudah ditutup sejak Sabtu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kota ini mencatat lebih dari 100 kasus baru wabah mematikan itu. Selama lebih dari 7 pekan, Beijing hanya mendaftarkan kasus-kasus dari orang-orang yang bepergian dari luar negeri.

“Klaster baru virus corona selalu menjadi perhatian kami. Apa yang kami lakukan adalah melihat tanggapan langsung terhadap hal itu dan serangkaian tindakan komprehensif,” kata Mike Ryan, kepala program kedaruratan WHO.

Sejauh ini, memang ada kekhawatiran pasar menjadi klaster penyebaran wabah tersebut. Karena itulah kasus baru dari wabah tersebut dikaitkan dengan pasar Xinfadi di China.

Akan tetapi, dalam komentarnya, Mike Ryan berhati-hati tentang penyebab wabah tersebut. Dia mengatakan bahwa dugaan pada ikan salmon impor maupun kemasannya sebagai penyebab penyebaran baru wabah itu masih bersifat ‘hipotesis’.

Para ahli kesehatan lain telah menyebut kontaminasi silang sebagai sumber yang lebih mungkin.

Kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mengatakan jenis virus yang ditemukan di Beijing tidak menyerupai jenis yang beredar di seluruh negara itu. Karena itu, WHO juga mendesak China untuk berbagi urutan genetik dari jenis virus tersebut. (ATN)

Tags: BeijingChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.