• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dampak Perang Dagang, Investor Bidik Thailand

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dampak Perang Dagang, Investor Bidik Thailand

Negeri Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Presiden dan CEO Dewan Bisnis AS-ASEAN Alexander Feldman menilai investor telah mengarahkan perhatian mereka ke Thailand dengan serius ketika perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kian memanas. Sejauh ini, perang dagang yang sedang terjadi belum ada tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat.

Vietnam sering disebut-sebut sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dalam perang perdagangan ketika perusahaan mengalihkan produksinya keluar dari Tiongkok untuk menghindari tarif. Namun, pasar tenaga kerja Vietnam semakin ketat, dan bisnis sekarang mencari cara untuk memindahkan manufaktur ke negara-negara Asia lainnya.

“Dan itu termasuk Thailand,” ungkap Feldman, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, (31/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Perang dagang AS-Tiongkok, yang telah berlangsung lebih dari setahun, membuat kedua negara mengenakan bea impor miliaran dolar satu sama lain. Dalam sebuah tweet Jumat lalu, setelah mengumumkan lebih banyak tarif di Beijing, Presiden AS Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk segera mulai mencari alternatif.

Menurut Feldman, tiga merek perusahaan sudah memindahkan orang-orangnya dari Tiongkok ke Thailand. Namun sayangnya, dia tidak menyebutkan nama mereka.

“Ketiga perusahaan itu memindahkan divisi. Tetapi Anda tahu, saya pikir kita sedang melihat puluhan juta, ratusan juta, mungkin lebih. Itu hanya untuk Thailand,” ungkapnya.

Menurut Feldman berinvestasi ke Thailand adalah bagian dari tren jangka panjang. Sedangkan pada Mei 2017, bahkan sebelum Presiden AS Donald Trump mulai mengenakan tarif tambahan pada Tiongkok, pembuat sepeda motor Harley Davidson sudah mulai memindahkan produksinya ke Thailand.

“Langkah itu telah membuahkan hasil,” kata Feldman.

Harley Davidson mengumumkan peningkatan penjualan 181% persen untuk sepeda motornya di Malaysia yang berasal dari pabrik mereka di Thailand. “Untuk melayani pasar di Malaysia,” tukasnya.

Bahkan, hasil kinerja perusahaan sampai kuartal kedua 2019 menunjukkan sepeda motor yang diproduksi lebih murah di Thailand berkontribusi terhadap peningkatan 7,6 persen dari pertumbuhan penjualan ritel tahun-ke-tahun di pasar negara berkembang.

Selain adanya fakta arus perdagangan bergeser dari Vietnam, lanjutnya, defisit perdagangan negara Asia Tenggara yang tumbuh dengan AS juga bisa menjadi ancaman bagi perdagangan bilateral.

“Vietnam jelas merupakan penerima manfaat tunggal dari tren jangka pendek. Dan pertanyaannya adalah apakah senjata AS akan menghidupkan Vietnam?” pungkasnya. (AT Network)

Tags: AseanAsia TenggaraPerang Dagang Amerika-ChinaThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.