• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dampak Perubahan Iklim, Beijing Diterjang Badai Pasir

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dampak Perubahan Iklim, Beijing Diterjang Badai Pasir

Badai Pasir di Kota Beijing, China. Foto AP

ASIATODAY.ID, BEIJING – Kota Beijing, China diterjang badai pasir terbesar dalam satu dekade pada Senin (15/3/2021). Badai yang dating dari Mongolia itu menyebabkan jarak pandang di sebagian besar ibu kota China itu menjadi kurang dari 1.000 meter

Tak hanya itu, badai pasir membuat PM10 mendekati 10.000 mikrogram per meter kubik. Otoritas Beijing pun mengeluarkan peringatan kuning untuk badai pasir pada 7:25 pagi.

Pusat Observatorium Meteorologi Beijing memperingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang sesuai. Dengan peringatan kuning, masyarakat diimbau untuk menghentikan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menyitat Global Times, Pusat Observatorium Meteorologi Beijing menyebutkan badai tersebut sebagai badai pasir paling intens di China dalam satu dekade terakhir, dan badai pasir terluas dalam 10 tahun belakangan.

Badai pasir ini merupakan akibat dari perubahan iklim yang memicu adanya gabungan efek udara dingin dan siklon dari Mongolia. Secara bertahap, badai bergerak ke Selatan dan mulai mempengaruhi pada jam 3 pagi, menurut Pusat Pemantauan Ekologi dan Lingkungan Kota Beijing.

Pada Senin, Badan Manajemen Darurat Nasional Mongolia menyebutkan, badai pasir mengakibatkan 6 orang meninggal dan 548 lainnya dilaporkan hilang. Namun, 467 orang telah ditemukan dan 81 lainnya masih hilang.

Wang Gengchen, peneliti di Institute of Atmospheric Physics of the Chinese Academy of Sciences, mengatakan kepada Global Times, Beijing, ia belum pernah melihat badai pasir yang hebat selama bertahun-tahun.

“Badai pasir saat ini terutama karena faktor alam, tetapi juga menunjukkan lingkungan ekologi kita masih sangat rapuh,” kata kata Zhao Yingmin, Wakil Menteri Ekologi dan Lingkungan China. (ATN)

Tags: BeijingClimate ChangePerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.