• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Wabah Corona di China, WHO Serukan Solidaritas Global

by Redaksi Asiatoday
January 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Menduga Wabah Pneumonia di China Bersumber dari Pasar Seafood Wuhan

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus corona saat ini dalam status Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Keputusan dihasilkan dalam rapat selama lima jam yang dilakukan oleh Komite Darurat WHO pada Kamis 30 Januari 2020.

“Komite sepakat bahwa wabah sekarang memenuhi kriteria untuk status Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional dan mengusulkan saran untuk dikeluarkan sebagai Rekomendasi Sementara,” demikian pernyataan resmi WHO, disitat Jumat (31/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Komite menekankan bahwa deklarasi PHEIC harus dilihat dalam semangat dukungan dan penghargaan untuk China, rakyatnya, dan tindakan yang diambil China di garis depan wabah ini. Dengan transparansi itu diharapkan membuahkan keberhasilan,” imbuh WHO.

“Sejalan dengan kebutuhan akan solidaritas global, komite merasa bahwa upaya terkoordinasi global diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah lain di dunia yang mungkin memerlukan dukungan tambahan untuk itu,” jelas WHO.

Melalui pernyataannya, Komite Darurat menyambut kepemimpinan dan komitmen politik tingkat tertinggi dari otoritas pemerintah China. WHO melihat adanya komitmen terhadap transparansi, dan upaya yang dilakukan untuk menyelidiki dan mengendalikan wabah saat ini.

China dianggap dengan cepat mengidentifikasi virus dan berbagi urutannya, sehingga negara-negara lain dapat mendiagnosisnya dengan cepat dan melindungi diri mereka sendiri, yang mengakibatkan perkembangan pesat alat diagnostik.

Pernyataan WHO itu memuji langkah-langkah yang sangat kuat yang telah diambil negara China termasuk kontak setiap hari dengan WHO dan pendekatan multi-sektoral yang komprehensif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Ini juga telah mengambil langkah-langkah kesehatan masyarakat di kota dan provinsi lain, sedang melakukan studi tentang tingkat keparahan dan penularan virus dan berbagi data dan bahan biologis.

“Alasan utama deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China, tetapi pengaruhnya untuk negara lain,” terang Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO menambahkan, China juga telah sepakat untuk bekerja dengan negara lain yang membutuhkan dukungan mereka. Langkah-langkah yang diambil China tidak hanya baik untuk negara itu tetapi juga untuk seluruh dunia.

Pihak Komite juga mengakui bahwa masih banyak yang tidak diketahui, kasus-kasus sekarang telah dilaporkan di lima wilayah WHO dalam satu bulan, dan penularan dari manusia ke manusia telah terjadi di luar Wuhan dan di luar China.

Komite Darurat percaya bahwa masih mungkin untuk menghentikan penyebaran virus, asalkan negara-negara memberlakukan langkah-langkah kuat untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mengisolasi dan menangani kasus, melacak kontak, dan mempromosikan langkah-langkah jarak sosial yang sepadan dengan risiko.

Penting untuk dicatat bahwa ketika situasi terus berevolusi, demikian juga dengan sasaran dan langkah strategis untuk mencegah dan mengurangi penyebaran infeksi. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusVirus KoronaVirus PneumoniaWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.