• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Di Asia Tenggara, Indonesia dan Filipina Paling Terakhir Buka Sekolah

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dalam Ancaman “Lost Generation” akibat Covid-19

Murid Sekolah Dasar di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Filipina tercatat sebagai negara paling terakhir di Asia Tenggara yang membuka kembali aktivitas sekolah.

Hal itu disebabkan oleh pandemi coronavirus (Covid-19) yang belum terkendali.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Makarim mengungkapkan, sektor pendidikan di Indonesia menjadi sektor terakhir yang diberikan relaksasi pembukaan di Indonesia. Sedangkan sektor yang menggerakkan ekonomi sudah diberikan kelonggaran untuk kembali beraktivitas dengan protokol kesehatan ketat.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

“Saat ini, kita telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama 4 Menteri, kami mengambil posisi bahwa di zona kuning dan hijau, itu kami tidak memaksa membuka, tapi memberikan hak kembali kepada Pemerintah Daerah untuk menentukan apakah mereka siap melakukan tatap muka atau tidak,” jelas Nadiem, Kamis (27/8/2020).

Menurut Nadiem, Pemerintah Daerah walaupun ingin melaksanakan tatap muka, tetap harus mendapatkan izin dari masing-masing kepala sekolah dan juga persetujuan komite sekolah, yaitu perwakilan dari orang tua,” jelasnya.

“Bahkan jika sekolah dapat persetujuan dari komite sekolah dan akhirnya memulai tatap muka, kalau ada individu orang tua yang menginginkan anaknya tidak ke sekolah, itu hak orang tua dan siswa itu bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ),” imbuhnya.

Nadiem mengatakan, masyarakat tidak perlu cemas akan relaksasi pembukaan sekolah ini. Apalagi dari zona hijau dan kuning yang dibuka, hanya sekitar 20 persen sekolah yang siap melakukan tatap muka.

“Protokol kesehatan ketat, sementara yang masuk itu juga 50 persen dari kapasitas kelas, jadi ini merupakan hal yang makan waktu. Walau kebijakan sudah keluar, akan selalu ada waktu dan kita harus melatih terus ini karena kita tidak tau kapan pandemi ini akan berakhir,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia TenggaraKemendikbudNadiem Makarim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.