• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Di Sidang PBB, JK Soroti Perubahan Iklim Memicu Kebakaran Hutan

by Redaksi Asiatoday
September 24, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Di Sidang PBB, JK Soroti Perubahan Iklim Memicu Kebakaran Hutan

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerukan aksi untuk perubahan iklim harus konkret dan realistis. Sebab, cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim telah membuat negara yang rawan bencana menjadi lebih rentan menghadapi perubahan iklim tersebut.

JK pun mencontohkan Indonesia yang saat ini menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Sumatra dan Kalimantan yang semakin parah akibat dampak perubahan iklim. Karena itu, JK menegaskan, Indonesia telah mengambil langkah yang tegas dalam menangani tantangan besar tersebut.

JK menyampaikan itu dalam pidato singkatnya pada acara Climate Action Summit di General Assembly Hall, di New York, Senin (23/9/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Kita tidak lagi memiliki keleluasaan maupun pilihan selain meningkatkan ambisi pengendalian perubahan iklim,” kata JK melalui keterangan tertulis yang diterima asiatoday.id, Selasa (24/9/2019) pagi.

“Dalam menghadapi kenyataan ini, aksi iklim harus konkret dan realistis,” tegas JK.

JK pun memaparkan upaya Indonesia dalam melakukan berbagai langkah untuk mengatasi perubahan iklim. Upaya dimulai dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan target ambisius sebesar 29 persen dengan upaya sendiri, dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional hingga tahun 2030.

“Indonesia telah meluncurkan Low Carbon Development Initiative (LCDI). Sebuah inisiatif yang berjalan seiring dengan keuntungan ekonomi dan social,” kata JK.

Selain itu JK mengungkap, Indonesia juga telah mengintensifkan aksi iklimnya, melalui solusi berbasis alam, dengan merestorasi 2 juta hektare lahan gambut dan merehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis pada 2030 dan melestarikan secara intensif daerah bakau dan daerah pesisir. Selain itu, Indonesia juga melakukan program transisi energi, dengan menghapus subsidi bahan bakar fosil dan menetapkan kebijakan wajib biodiesel serta membangun kilang bahan bakar hijau.

JK mengatakan, Indonesia bahkan akan membentuk sebuah fasilitas khusus pendanaan lingkungan untuk memfasilitasi pendanaan iklim dan mendukung program lingkungan lainnya.

“Kami mendorong peningkatan dukungan pendanaan dan transfer teknologi serta energi terbarukan yang terjangkau dan dapat diakses,” kata JK.

JK menyebutkan keberhasilan dari implementasi dari Perjanjian Paris waktu itu, tidak bergantung pada individu namun pada upaya kolektif.

“Kami mengundang mitra internasional untuk bergabung dalam BLU Dana Lingkungan,” kata JK.

Dalam kesempatan itu, JK juga menekankan perlunya ekonomi laut berkelanjutan sebagai upaya mempercepat tercapainya kemajuan aksi iklim berbasis kelautan secara kolektif dan tidak melakukannya sendiri-sendiri. Pertemuan yang digelar pukul 10.00 hingga 11.50 waktu setempat itu, Wapres didampingi oleh Menko PMK, Menteri ESDM, Watap RI, Rahmat Witoelar, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyJusuf KallaKebakaran Hutan dan LahanPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.