• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dianggap Gagal, Trump Boikot Pendanaan WHO

by Redaksi Asiatoday
April 15, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dianggap Gagal, Trump Boikot Pendanaan WHO 1

Donald Trump. ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pendanaan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Trump mengatakan bahwa WHO “telah gagal menjalankan tugas dasarnya” dalam merespons pandemi coronavirus (Covid-19).

Trump menuduh agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu telah melakukan kesalahan manajemen dan menutup-nutupi penyebaran covid-19 setelah muncul di China pada akhir 2019. Oleh karena itu, Trump menilai WHO harus bertanggung jawab.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sebelumnya, Trump telah menuduh WHO bias terhadap China. Tudingan disampaikan saat dirinya mendapat sejumlah kecaman atas respons AS terhadap pandemi covid-19.

“Saya telah mengarahkan pemerintahan saya untuk menghentikan pendanaan sambil melakukan kajian untuk memeriksa peran Organisasi Kesehatan Dunia yang telah salah menangani dan menutup-nutupi penyebaran virus corona,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

“WHO telah gagal menjalankan tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab,” sambung dia, dikutip dari BBC, Rabu (15/4/2020).

AS merupakan penyedia dana terbesar WHO, yang telah menggelontorkan USD400 juta (Rp6,2 triliun) tahun lalu. Angka tersebut berkisar 15 persen dari total anggaran WHO.

“Dengan adanya pandemi covid-19, kami khawatir apakah kemurahan hati Amerika telah digunakan sebaik mungkin,” sebut Trump.

Amerika Serikat adalah negara dengan angka infeksi covid-19 tertinggi di dunia yang telah melampaui 600 ribu dengan 25 ribu lebih kematian dan 47.763 pasien sembuh.

Menurut Trump, WHO telah gagal menyikapi covid-19 setelah pertama kali muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, China, pada akhir 2019.

“Jika WHO mengirim pakar medisnya ke China untuk secara objektif memeriksa situasi di lapangan, maka wabah bisa dicegah di sumbernya dengan angka kematian minimum,” tutur Trump.

“Hal tersebut dapat menyelamatkan ribuan nyawa dan mencegah kerusuhan ekonomi dunia. Namun alih-alih melakukan itu, WHO justru membela aksi pemerintah China,” lanjutnya.

Merespon hal itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengungkapkan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk menghentikan pendanaan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia, di saat komunitas global tengah memerangi pandemi virus corona (covid-19).

“Seperti pernyataan saya pada 8 April, pandemi covid-19 adalah salah satu tantangan paling berbahaya yang dihadapi dunia saat ini. Covid-19 berada di atas semua krisis yang berimbas buruk terhadap kesehatan dan kehidupan sosial serta ekonomi,” kata Guterres, melansir UN News, Rabu (15/4/2020).

“WHO berada di garis depan dan mendukung semua negara, terutama yang paling rentan, dengan memberikan panduan, pelatihan, peralatan, dan layanan konkret,” terang Guterres.

“Saya meyakini WHO harus didukung, karena merupakan organisasi krusial dalam upaya dunia mengalahkan covid-19,” sambungnya.

Mengenai klaim AS bahwa WHO tidak becus dalam mengantisipasi ancaman covid-19, Guterres mengatakan bahwa virus itu muncul secara tak terduga dan mengejutkan semua pihak.

“Mungkin fakta-fakta yang sama dibaca berbeda oleh entitas yang berbeda pula,” kata Guterres.

Menurutnya, akan ada waktu saat komunitas global akhirnya memahami sepenuhnya covid-19, mengenai bagaimana virus tersebut bisa muncul dan menyebar dengan cepat.

“Mengambil pelajaran berharga (dari covid-19) merupakan hal esensial untuk menghadapi tantangan serupa yang mungkin muncul di masa mendatang,” ujar Guterres. (ATN)

Tags: COVID-19Donald TrumpWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.