• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Didesak Mundur, Ribuan Demonstran Kepung Rumah PM Israel

by Redaksi Asiatoday
August 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Didesak Mundur, Ribuan Demonstran Kepung Rumah PM Israel

Aksi Unjukrasa menuntut PM Israel mundur. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Ribuan demonstran mengepung rumah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2020. Mereka mendesak PM Netanyahu harus mundur dari jabatannya karena terlibat dugaan kasus korupsi dan juga gagal menangani pandemi Covid-19.

Unjuk rasa berlangsung di kediaman utama PM Netanyahu di Yerusalem dan juga di rumah liburannya di wilayah pesisir. Sekelompok pedemo juga melakukan aksi serupa di beberapa titik di Tel Aviv.

Meski PM Netanyahu berusaha meredam gelombang protes, aksi unjuk rasa yang berlangsung dua kali dalam sepekan ini belum memperlihatkan tanda-tanda mereda.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Media Israel mengestimasi sedikitnya 10 ribu orang berunjuk rasa di dekat rumah PM Netanyahu di Yerusalem. Sabtu pekan kemarin, ribuan orang beramai-ramai beraksi di jalanan Israel namun tidak berujung kerusuhan.

Para demonstran mengibarkan bendera Israel dan juga membunyikan terompet bersuara keras selama beraksi. Banyak dari mereka membawa spanduk bertuliskan “Crime Minister” yang merupakan plesetan dari “Prime Minister” atau Perdana Menteri.

Banyak demonstran menilai pemerintah Israel gagal mengatasi pandemi Covid-19 secara baik, terutama mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

Dugaan kasus korupsi yang menjerat PM Netanyahu semakin memperburuk citra sang pemimpin. Salah satu plakat yang dibawa demonstran terlihat bertuliskan, “semua orang sudah dapat melihat bahwa sang kaisar telah kehilangan jubahnya.”

Pandemi Covid-19 telah menghantam perekonomian Israel dan membuat angka rata-rata pengangguran meroket hampir mencapai 20 persen. Para pengunjuk rasa menilai, uang bantuan dan stimulus yang digulirkan Pemerintah Israel terlalu sedikit dan juga lamban dalam hal pencairan.

Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Minggu ini, total kasus covid-19 di Israel telah mencapai di atas 72 ribu dengan 526 kematian dan 45.102 pasien sembuh. (ATN)

Tags: IsraelPalestina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.