• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Disanksi Barat, Kapal Pesiar Mewah Rusia ‘Berlindung’ di Hong Kong

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Disanksi Barat, Kapal Pesiar Mewah Rusia ‘Berlindung’ di Hong Kong

Superyacht Nord. Dok

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Hong kong menjadi tempat ‘berlindung’ yang aman bagi oligarki Rusia yang berada dalam sanksi barat.

Pasalnya, kapal pesiar super mewah atau superyacht milik oligarki Rusia yang berada di bawah sanksi Barat, bebas keluar masuk pelabuhan Hong Kong.

Hong Kong secara tegas menolak merebut superyacht Rusia yang terkena sanksi di pelabuhan.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Kepala eksekutif, John Lee mengatakan, Hong Kong akan bertanggung jawab atas sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetapi bukan sanksi ‘sepihak’ yang diberlakukan oleh ‘yurisdiksi individu’.

Kapal senilai USD521 juta milik Alexei Mordashov, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin dan salah satu orang terkaya di Rusia diketahui telah tiba di Hong Kong pekan lalu setelah berlayar dari Moskow.

Tapi Mordashov diyakini tidak berada di sana. Miliarder itu dijatuhi sanksi oleh AS (Amerika Serikat), Inggris, dan UE (Uni Eropa) setelah Rusia menginvasi Ukraina awal tahun ini. Pemerintah Hong Kong menegaskan, tidak terikat oleh sanksi itu.

Selama hampir sepekan sampai dengan saat ini, superyacht Nord menjadi pemandangan yang mencolok di Pelabuhan Victoria saat bendera Rusia berkibar di tiangnya.

“Kami akan mematuhi sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa, itu adalah sistem kami, itu adalah supremasi hukum kami,” kata Lee, yang telah diberi sanksi oleh AS atas perannya dalam menerapkan undang-undang keamanan nasional Hong Kong yang represif.
Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada ratusan orang Rusia dan bisnis mereka. China, bagaimanapun tetap menjadi sekutu Rusia dan sejauh ini tidak mengutuk keputusan Moskow untuk menyerang Ukraina.
“Reputasi Hong Kong sebagai pusat keuangan bergantung pada kepatuhan terhadap hukum dan standar internasional,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

“Kemungkinan menggunakan Hong Kong sebagai tempat berlindung yang aman oleh individu yang menghindari sanksi dari berbagai yurisdiksi semakin mempertanyakan transparansi lingkungan bisnis,” sambungnya seperti dilansir dari BBC, Rabu (12/10/2022).

Tidak jelas berapa lama superyacht itu akan tetap berada di perairan Hong Kong.
Juru bicara Mordashov mengatakan kepada Bloomberg News bahwa, taipan baja itu saat ini berada di Moskow.

Sebelum perang Ukraina pecah, ia adalah orang terkaya Rusia, menurut Forbes, dengan kekayaan USD29.1 miliar yang didapatnya melalui perusahaan baja dan pertambangannya Severstal. Nord diyakini sebagai aset kapal pesiar terbesarnya.

Kapal pesiar setinggi 465 kaki itu lebih besar dari lapangan sepak bola dan digambarkan sebagai salah satu kapal paling mewah di dunia, menurut Forbes.

Miliarder Mordashov sebelumnya telah kehilangan salah satu kapalnya yang lebih kecil, Lady M dengan tinggi 215 kaki, karena sanksi Barat pada Maret setelah disita oleh polisi Italia di pelabuhan Imperia. Beberapa kapal oligarki Rusia telah banyak disita atau ditolak masuk ke pelabuhan Eropa tahun ini di bawah sanksi Barat terkait dengan perang di Ukraina.

Hal itu mendorong pergerakan kapal-kapal semacam itu pergi ke daerah-daerah di seluruh dunia yang dianggap di luar jangkauan sanksi Barat -termasuk pelabuhan di sekitar Asia, Turki, dan Karibia. (ATN)

Tags: Alexei MordashovHong KongRusiaSuperyacht Nord
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.