• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ditemukan Terluka, Petugas Evakuasi Orang Utan Tapanuli

by Redaksi Asiatoday
September 21, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ditemukan Terluka, Petugas Evakuasi Orang Utan Tapanuli

ASIATODAY.ID, MEDAN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, mengevakuasi seekor Orang Utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) dari perkebunan warga di Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ditemukan Terluka, Petugas Evakuasi Orang Utan Tapanuli 1

Kondisi Orang Utan ini sangat memprihatinkan. Ia mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Dugaan sementara, primata endemik ini mendapat tindakan kekerasan di dalam kawasan konservasi.

Diperkirakan, Orang Utan jantan ini sudah berusia sekitar 30 tahun.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

“Sudah kita evakuasi dan sekarang lagi menjalani pengobatan dan perawatan,” ujar Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi kepada wartawan di Medan, Jumat (20/9/2019).

Ditemukan Terluka, Petugas Evakuasi Orang Utan Tapanuli 2

Ihwal evakuasi Orang Utan yang dilakukan pada Rabu (18/9) itu bermula dari laporan warga tentang keberadaan satwa langka itu yang sedang terluka. Petugas balai kemudian mengevakuasinya ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Batu Mbelin, Kabupaten Deli Serdang.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan ada beberapa luka di tubuh Orang Utan tersebut, seperti di bagian pelipis dan di badan bagian belakang. Dugaan sementara, luka tersebut diakibatkan benda tajam.

Belum diketahui pasti penyebab luka yang diderita Orang Utan ini, namun berkaca dari kejadian sebelumnya, konflik antara Orang Utan Tapanuli dengan warga memang kerap terjadi, tapi belum pernah seperti ini.

Pemicunya, karena Orang Utan kerap berkeliaran dikebun petani setempat.

Ditemukan Terluka, Petugas Evakuasi Orang Utan Tapanuli 3

“Konflik selama ini ada saja. Cuma bisa kita halau, usir masuk lagi ke dalam hutan. Ini masalahnya lagi musim buah disana. Makan durian, makan petai. Sudah cukup banyak yang turun ke kebun. Sudah cukup banyak durian yang dimakan Orang Itan,” jelas Hotmauli.

Selama ini, petugas BBKSDA kerap melakukan monitoring untuk mencegah agar Orang Utan tidak masuk ke perkebunan warga.

“Kami selalu mencegah itu, tapi personil kami juga terbatas sehingga tidak semua bisa terjangkau,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Konservasi Orang UtanKonservasi SatwaSatwa Endemik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.