• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Donald Trump: Good Bye China

by Redaksi Asiatoday
May 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Donald Trump: Good Bye China 1

Donald Trump. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak negosiasi ulang kesepakatan perdagangan “Fase 1” AS-China.

Penolakan itu muncul setelah sebuah surat kabar milik pemerintah China melaporkan beberapa penasihat pemerintah di Beijing mendesak pembicaraan baru dan mungkin membatalkan kesepakatan pedagangan.

Trump yang tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan pakta yang ditandatangani pada Januari lalu, mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih bahwa dia ingin melihat apakah Beijing menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS secara besar-besaran.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Tidak, tidak sama sekali. Bahkan sedikit pun tidak,” kata Trump ketika ditanya apakah dia akan menyetujui gagasan pembicaraan ulang kesepakatan fase 1.”

Dia mengatakan tidak tertarik untuk berunding lagi karena telah menandatangani kesepakatan.

“Saya telah mendengar itu juga, mereka ingin membuka kembali pembicaraan perdagangan, untuk membuat kesepakatan yang lebih baik bagi mereka,” katanya melansir CNA, Selasa (12/5/2020).

Global Times melaporkan kemarin bahwa penasihat tak dikenal yang dekat dengan perundingan telah menyarankan bahwa pejabat China membatalkan pakta perdagangan dan melakukan negosiasi yang baru agar lebih menguntungkan China.

Global Times diterbitkan oleh People’s Daily, surat kabar resmi Partai Komunis China yang berkuasa. Meskipun bukan juru bicara partai resmi, pandangan Global Times diyakini mencerminkan pandangan para pemimpinnya.

Berdasarkan kesepakatan fase 1 yang ditandatangani pada Januari, Beijing berjanji untuk membeli tambahan setidaknya senilai USD200 miliar barang dan jasa AS selama dua tahun. Sedangkan, Washington setuju untuk menurunkan tarif secara bertahap atas barang-barang China. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDonald Trump
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.