• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

DPR Desak Sucofindo Kembalikan 70 Kontainer Limbah Plastik ke Negara Asal

by Redaksi Asiatoday
January 25, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
DPR Desak Sucofindo Kembalikan 70 Kontainer Limbah Plastik ke Negara Asal

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Komisi IV DPR RI mendesak PT Sucifindo mengembalikan 70 kontainer limbah plastik yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke negara asal.

Sebanyak 70 kontainer limbah plastik itu ditemukan saat inspeksi dadakan (sidak) yang dilakukan Komisi IV DPR bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (23/1/2020).

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan sampah plastik tersebut merupakan hasil impor dari tiga negara, yakni Amerika, Inggris, dan Australia.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Menurut Dedy, PT Sucofindo selaku pengimpor menyebutkan bahwa sampah plastik limbah ini merupakan bahan baku biji plastik yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan.

“Kalau dikatakan itu bahan scrab untuk biji plastik, menurut saya tidak. Itu adalah sampah yang berasal dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang dipres, kemudian dimasukkan ke kontainer. Sampah ini harus segera dikembalikan ke negara asalnya,” tegas Dedi dalam keterangan resmi, Jumat (24/01/2020).

Menurut Dedi sampah yang awalnya berjumlah 70 kontainer itu akan bertambah menjadi 1.015 kontainer. Kontainer-kontainer yang berisikan limbah plastik akan berdatangan dari 14 pelabuhan menuju Tanjung Priok.

Anggota Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema menilai penemuan 70 kontainer limbah plastik ini menjadi bukti kuat masih lemahnya pengawasan terhadap praktik barang-barang impor di lapangan.

“Bagaimana peti-peti kemas limbah tersebut bisa lolos dan mendapat lampu hijau untuk masuk dalam wilayah Indonesia tentu mengindikasikan adanya permasalahan. Ini harus ditelusuri sejelas-jelasnya untuk ditemukan aktornya, agar ditindak tegas,” tuturnya.

Penanganan sampah plastik di Indonesia menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius.

Berdasarkan data BPS, pada 2016 lalu jumlah timbunan sampah di Indonesia mencapai 65,2 juta ton per tahun dengan penduduk sebanyak 261.115.456 orang. Hitungannya adalah, pertambahan jumlah penduduk akan meningkatkan jumlah produksi sampah.

Menurut proyeksi BPS, pada 2025 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 284. 829.000 orang. Jika diasumsikan jumlah sampah yang dihasilkan per tahun adalah sama, maka jumlah sampah yang akan bertambah sebesar 5.928.386 ton pada 2025. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Dedi MulyadiDPRImpor SampahLimbah B3Limbah IndustriLimbah PlastikSucofindo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.