• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Dubes AS Apresiasi Kolaborasi Ford dan Vale di Industri Nikel Indonesia

by Redaksi Asiatoday
April 4, 2023
in Diplomat Corner
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Indonesia Jadi Target Pertama Misi Perdagangan AS di Asia Melalui IPEF

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim. Dok Kedubes AS

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Yong Kim mengapresiasi kolaborasi antara Ford dan Vale di industri nikel Indonesia.

Dubes Kim mengungkapkan hal itu saat hadir memberikan sambutan dalam acara resepsi setelah perusahaan Ford dan mitranya menandatangani perjanjian nikel pada Jumat lalu.

Dubes Kim mengaku terkesan dengan segala upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan kemitraan ini.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Upacara penandatanganan perjanjian itu dilakukan di Sorowako, dengan disaksikan Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Dubes Kim, upacara penandatanganan tersebut merupakan bukti pentingnya kemitraan ini.

“Saya ingin berterima kasih kepada sahabat kita, Menko Luhut Binsar Pandjaitan atas kepemimpinannya dalam upaya mendiversifikasi sektor pertambangan dan meningkatkan standar ESG,” kata Dubes Kim, dalam keterangan di situs Kedutaan Besar AS di Jakarta, baru-baru ini.

“Perkembangan ini merupakan langkah positif menuju operasi penetapan standar yang tidak hanya akan meningkatkan proses ekstraksi nikel yang bersih dan berkelanjutan di Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia,” sambungnya.

Dubes Kim juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat Vale dan Ford, yang datang dari jauh untuk merayakan penguatan ikatan di sektor kendaraan listrik.

Dubes Kim mengatakan bahwa masa depan tanpa emisi yang memprioritaskan kendaraan listrik, menawarkan peluang besar untuk usaha, pekerjaan bersih dan ramah lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi.

“Mengutip Presiden Biden, untuk ‘membangun kembali dengan lebih baik’ dari krisis ekonomi global,” pungkas Dubes Kim.

Kolaborasi Tiga Pihak

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. (Huayou) China telah mengumumkan kesepakatan dengan produsen mobil global Ford Motor Co. (Ford), menciptakan kolaborasi tiga pihak untuk memajukan produksi nikel yang lebih berkelanjutan di Indonesia dan membantu membuat baterai kendaraan listrik (EV) lebih terjangkau.

Ketiga perusahaan tersebut melakukan penyertaan modal di Proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) Blok Pomalaa melalui kesepakatan definitif yang dirayakan hari ini dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

Proyek HPAL Blok Pomalaa akan mengolah bijih yang dipasok oleh PT Vale Indonesia dari tambang Blok Pomalaa untuk menghasilkan nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP), produk nikel berbiaya rendah yang digunakan dalam baterai EV dengan katoda kaya nikel.

Pabrik HPAL ini akan beroperasi di bawah naungan PT Kolaka Nickel Indonesia di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Tunduk pada persetujuan regulator, proyek ini dapat menghasilkan hingga 120 kiloton MHP per tahun. Persiapan lokasi awal Proyek HPAL Blok Pomalaa telah dimulai, dan konstruksi penuh diharapkan dapat dimulai tahun ini, dengan operasi komersial dimulai pada 2026.

Kolaborasi ini akan menyediakan bahan-bahan penting untuk peralihan industri otomotif ke EV, meningkatkan industri manufaktur EV Indonesia, dan mendukung rencana Ford untuk menghasilkan laju produksi 2 juta EV pada akhir 2026 dan skala lebih lanjut secara bertahap.

Proyek pemrosesan nikel tiga arah – bersama dengan perjanjian pasokan terpisah yang sedang dikembangkan dengan Ford dan Huayou untuk bahan aktif katoda prekursor yang penting untuk pembuatan baterai lithium-ion – secara kolektif akan digabungkan dengan sumber nikel Ford lainnya, berkontribusi secara signifikan untuk mendukung target produksi kendaraan listriknya hingga akhir 2026.

“Kerangka kerja ini memberikan kendali langsung kepada Ford untuk mendapatkan nikel yang dibutuhkan – dengan salah satu pendekatan industri berbiaya terendah – dan memungkinkan kami memastikan nikel telah ditambang sejalan dengan target keberlanjutan perusahaan kami, menetapkan standar ESG yang tepat saat kami mengukur,” kata Lisa Drake, Vice President industrialisasi Ford Model e EV dalam keterangan pers, Senin (3/4).

“Bekerja dengan cara ini menempatkan Ford pada posisi memudahkan EV diakses oleh jutaan orang dan dengan cara yang tetap melindungi manusia dan planet dengan lebih baik.

“Perjanjian ini menunjukkan bahwa bukan hanya mengenai apa yang kami tambang – tetapi bagaimana kami melakukannya,” kata Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia.

“Kami menanamkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kami ke dalam semua yang kami lakukan, dan hasilnya adalah kolaborasi unik dengan pembuat mobil global Ford dan pemroses mineral global terkemuka Huayou untuk berinvestasi bersama dalam proyek in,” jelasnya.

“Kerja sama global ini sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun ekosistem EV domestik dan menjadikan PT Vale sebagai kontributor penting dalam mengatasi tantangan dekarbonisasi dunia, dengan investasi yang akan menghasilkan manfaat ekonomi lokal dan memastikan pemanfaatan sumber daya nikel Indonesia secara optimal,” papar Febriany.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari groundreaking Blok Pomalaa PT Vale Indonesia pada November lalu. Blok ini merupakan Proyek Strategis Nasional dengan investasi hingga Rp67,5 triliun dan diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 12.000 pekerjaan konstruksi Chen Xuehua.

Chairman Huayou, hadir dalam acara penandatanganan hari itu, bersama dengan pimpinan dari PT Vale Indonesia Tbk dan Ford.

Huayou adalah perusahaan berbasis teknologi, dan produsen terkemuka bahan baterai energi baru ramah lingkungan, rendah karbon, dan berstandar ESG tinggi.

“Kerja sama strategis ini merupakan salah satu proyek unggulan di bawah sinergi BRI-GMF, juga menghubungkan sumber daya nikel dan kobalt Indonesia dengan pembuat EV melalui kapabilitas canggih Huayou dan teknologi HPAL, merupakan model bisnis rantai nilai EV yang hebat dan akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan ekologi industri EV di Indonesia,” sambut Dr. George Fang, Senior Vice President Huayou.

“Upaya bersama ketiga pihak bertujuan untuk menciptakan pengaruh yang sangat positif terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia, serta industri EV global dan rantai pasokannya,” tambahnya..

Proyek tersebut sebelumnya diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam sambutannya, Menteri Luhut mengatakan Blok Pomalaa merupakan batu loncatan bagi Indonesia untuk diakui sebagai produsen mineral berkualitas tinggi untuk ekosistem EV global.

“Kemitraan ini mengukuhkan PT Vale Indonesia sebagai pemasok utama dan pemimpin dalam nikel berkelanjutan dan rendah karbon, berdasarkan sejarah 55 tahun kami sebagai mitra utama dengan komitmen untuk mendorong manfaat sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia dalam perjalanannya menjadi hub penting dalam rantai nilai EV global,” kata Deshnee Naidoo, Presiden Komisaris PT Vale dan Wakil Presiden Eksekutif Vale Energy Transition Metals Morgan Stanley & Co. LLC bertindak sebagai penasihat keuangan Ford sehubungan dengan transaksi ini, sementara Standard Chartered menyediakan layanan serupa untuk Huayou. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.