• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dunia Akui Terobosan Indonesia Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca

by Redaksi Asiatoday
November 17, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dunia Akui Terobosan Indonesia Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bersama para pemimpin negara G20 dan lembaga internasional mengunjungi Tahura Ngurah Rai, Kota Denpasar, Bali, Rabu (16/11/2022). Presiden dan para pemimpin G20 melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove bersama. Foto BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang mendapat pengakuan internasional dalam usaha menekan emisi gas rumah kaca di Climate Change Conference (COP27), Mesir.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laksmi Dhewanthi menyatakan dengan pengakuan itu, Indonesia berhak menerima pembayaran pertama dari program pengurangan emisi gas rumah kaca.

Capaian tersebut diberikan melalui Program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan atau Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) diantara 47 yurisdiksi di seluruh dunia.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Ini merupakan milestone penting dan merupakan wujud pengakuan internasional atas usaha kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra swasta, akademia, komunitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Indonesia. FCPF adalah salah satu contoh bahwa kita semua dapat bekerja bersama sebagai sebuah bangsa dalam menekan emisi gas rumah kaca,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (17/11/2022).

Pada 8 November 2022, Indonesia telah menerima pembayaran pertama sebesar US$20,9 juta dari total target pembayaran insentif sebesar US$110 juta untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 22 juta ton CO2eq pada 2024.

Menurut Laksmi, program REDD+ dan mekanisme pembayaran berbasis kinerja ini dapat diimplementasikan dan menjadi program insentif yang tepat untuk upaya Indonesia dalam memitigasi perubahan iklim, terutama dari sektor Forestry and Other Land Use (FOLU).

Sementara itu, Lead Environmental Specialist for Indonesia and Timor-Leste World Bank, Andre Rodrigues de Aquino menyebutkan kolaborasi multi pihak penting dalam mendukung keberhasilan program pengurangan emisi ini.

“Kita tidak bisa mengesampingkan pentingnya jaringan kemitraan di level provinsi yang memastikan setiap infrastruktur berjalan untuk mencapai target program,” sebutnya.

Melalui pendekatan yurisdiksi yang diterapkan, Indonesia diklaim dapat mengatasi krisis iklim secara efektif dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai pemain kunci untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Adapun, Global Director for Natural Climate Solutions dari The Nature Conservancy Rane Cortez mengatakan, pendekatan yurisdiksi ini menyoroti pentingnya mencari kepemimpinan yang efektif di setiap wilayah dan sektor, serta pemangku kepentingan utama sehingga bisa membangun kepercayaan dan membangun visi yang sama.

Kemudian, mengintegrasikan pemetaan kerja dan meningkatkan akuntabilitas dengan adanya transparansi pendanaan.

“FCPF-CF ini membuktikan bahwa nilai ekonomi karbon ternyata bisa membantu program penurunan emisi,” terang Rane sebagai mitra pendamping Kaltim bersama-sama dengan YKAN dalam mendorong pembangunan hijau.  (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Climate ActionCOP27KTT G20Perubahan IklimSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.