• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dunia Hadapi Bencana Ekologi dan Kepunahan Spesies Terbesar

by Redaksi Asiatoday
January 1, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kematian Ratusan Satwa Gajah di Botswana Masih Misterius

Kematian satwa Gajah di Botswana. Dok

ASIATODAY.ID, GLAND – Planet bumi menghadapi bencana ekologi dan kepunahan spesies terbesar sejak akhir era dinosaurus.

Laporan Dana Margasatwa Dunia (WWF) menyatakan satu juta spesies terancam punah dalam beberapa dekade mendatang.

Dalam artikel WWF bertajuk “Pemenang dan Pecundang 2021”, yang diterbitkan pada hari Rabu, mencantumkan hewan-hewan langka yang populasinya menyusut atau tumbuh paling besar tahun ini.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

“Gajah hutan Afrika, beruang kutub, katak pohon, burung bangau dan spesies ikan seperti sturgeon dan huchen – ini hanya beberapa yang kalah pada tahun 2021. Mereka mewakili ribuan spesies hewan yang terancam punah,” tulis WWF dikutip dari RT, Sabtu (1/1/2022).

Di antara “pemenang”, organisasi tersebut mencantumkan lynx Iberia yakni salah satu kucing paling langka di dunia, bersama dengan badak Nepal dan burung bustard. Memperhatikan bahwa keberhasilan spesies ini merupakan penghargaan atas upaya para konservasionis, WWF menekankan bahwa situasinya tetap serius.

“Sekitar satu juta spesies bisa punah dalam beberapa dekade mendatang, yang akan menandai kepunahan spesies terbesar sejak akhir era dinosaurus,” klaim organisasi tersebut.

Menurut anggota dewan WWF Eberhard Brandes, perlindungan spesies sekarang melibatkan pertanyaan “apakah suatu hari nanti umat manusia akan masuk dalam daftar merah dalam kategori bahaya dan menjadi pecundang dengan cara hidupnya sendiri.”

Ada lebih dari 40.000 spesies hewan dan tumbuhan yang saat ini masuk dalam Daftar Merah Internasional, yang memenuhi syarat sebagai terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Secara total, Daftar Merah mencakup hampir 142.600 spesies yang terancam punah. (ATN)

Tags: Bencana EkologiBiodiversitySpesies LangkaWWF
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.