• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dunia Hadapi Bencana Ekologi dan Kepunahan Spesies Terbesar

by Redaksi Asiatoday
January 1, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kematian Ratusan Satwa Gajah di Botswana Masih Misterius

Kematian satwa Gajah di Botswana. Dok

ASIATODAY.ID, GLAND – Planet bumi menghadapi bencana ekologi dan kepunahan spesies terbesar sejak akhir era dinosaurus.

Laporan Dana Margasatwa Dunia (WWF) menyatakan satu juta spesies terancam punah dalam beberapa dekade mendatang.

Dalam artikel WWF bertajuk “Pemenang dan Pecundang 2021”, yang diterbitkan pada hari Rabu, mencantumkan hewan-hewan langka yang populasinya menyusut atau tumbuh paling besar tahun ini.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Gajah hutan Afrika, beruang kutub, katak pohon, burung bangau dan spesies ikan seperti sturgeon dan huchen – ini hanya beberapa yang kalah pada tahun 2021. Mereka mewakili ribuan spesies hewan yang terancam punah,” tulis WWF dikutip dari RT, Sabtu (1/1/2022).

Di antara “pemenang”, organisasi tersebut mencantumkan lynx Iberia yakni salah satu kucing paling langka di dunia, bersama dengan badak Nepal dan burung bustard. Memperhatikan bahwa keberhasilan spesies ini merupakan penghargaan atas upaya para konservasionis, WWF menekankan bahwa situasinya tetap serius.

“Sekitar satu juta spesies bisa punah dalam beberapa dekade mendatang, yang akan menandai kepunahan spesies terbesar sejak akhir era dinosaurus,” klaim organisasi tersebut.

Menurut anggota dewan WWF Eberhard Brandes, perlindungan spesies sekarang melibatkan pertanyaan “apakah suatu hari nanti umat manusia akan masuk dalam daftar merah dalam kategori bahaya dan menjadi pecundang dengan cara hidupnya sendiri.”

Ada lebih dari 40.000 spesies hewan dan tumbuhan yang saat ini masuk dalam Daftar Merah Internasional, yang memenuhi syarat sebagai terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Secara total, Daftar Merah mencakup hampir 142.600 spesies yang terancam punah. (ATN)

Tags: Bencana EkologiBiodiversitySpesies LangkaWWF
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.