• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Utang Korporasi Global Tembus Rp 14.000 Triliun

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bursa Saham Amerika Rebound, Dolar Kian Perkasa

US Dollar. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global coronavirus (Covid-19) membuat korporasi di dunia kini berkubang utang.

Total utang yang diajukan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan mencapai USD1 triliun setara Rp 14.000 triliun hingga akhir 2020 mendatang. Demikian menurut sebuah studi penelitian terbaru terhadap 900 perusahaan terkemuka di dunia yang dilansir dari Reuters, Senin (13/7/2020).

Peningkatan total utang tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Setidaknya telah terjadi lonjakan hingga 12 persen jumlah utang atau sekitar USD9,3 triliun dari total utang perusahaan sebelumnya.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pada tahun sebelumnya, total utang perusahaan di seluruh dunia sudah mengalami kenaikan tajam hingga 8 persen didorong aksi merger dan akuisisi oleh perusahaan-perusahaan yang meminjam untuk mendanai pembelian kembali saham dan dividen.

Akan tetapi, lonjakan utang tahun ini alasannya berbeda yakni demi menopang keuangan perusahaan akibat terdampak Covid-19.

“Covid-19 telah mengubah segalanya. Sekarang ini alasan utang karena ingin menjaga modal dan membangun neraca keuangan,” kata Manajer Portofolio di Janus Henderson, perusahaan yang menyusun analisis untuk indeks utang perusahaan, Seth Meyer, Senin (13/7/2020).

Salah satu instrumen utang yang diajukan perusahaan-perusahaan tersebut melalui pasar obligasi hingga mencapai USD384 miliar antara Januari dan Mei.

Meyer memperkirakan penerbitan utang dari perusahaan telah mencapai rekor baru beberapa minggu terakhir ini.

Akibatnya, pasar utang telah ditutup untuk semuanya kecuali perusahaan-perusahaan yang paling terpercaya sejak bulan Maret lalu. Tetapi kemudian dibuka lebar-lebar lagi oleh program pembelian utang perusahaan darurat dari bank-bank sentral seperti Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang.

Dari total 900 perusahaan tersebut, perusahaan-perusahaan AS berutang hampir setengahnya dari total utang yang tercatat atau mencapai USD3,9 triliun. Bahkan, peningkatan utangnya adalah yang tercepat dalam 5 tahun terakhir.

Setelah AS, Jerman berada di urutan kedua dengan total utang mencapai USD762 miliar. Adapun perusahaan Jerman yang berutang paling besar di sana adalah Volkswagen dengan total utang USD192 miliar.

Sebaliknya, seperempat perusahaan dalam indeks tersebut, tidak memiliki utang sama sekali, bahkan beberapa memiliki cadangan uang tunai yang besar. Cadangan uang tunai terbesar dipegang oleh Alphabet, pemilik Google yang cadangannya mencapai USD104 miliar. (ATN)

Tags: COVID-19Utang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.