• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekonomi Indonesia akan Melemah di Bulan April hingga Juni

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gubernur Bank Indonesia Tangisi  Pandemi Covid-19

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan terberat pada perekonomian Indonesia terjadi pada April hingga pertengahan Juni.

Selepas itu, BI optimistis ekonomi membaik pada triwulan ketiga tahun 2020 dan diperkirakan akan tumbuh di atas tiga persen pada triwulan keempat mencermati perkembangan kasus covid-19 di Indonesia yang melambat.

“Itu kurang lebih bottom-nya yang paling berat itu 2-2,5 bulan, April-Mei dan setengah Juni. Pertengahan Juni mulai kembali membaik,” jelas Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, yang diterima Kamis (30/4/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Perry, indikatornya mencermati pola penyebaran dan penanganan wabah covid-19 di Tanah Air. Apalagi, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah sebagai salah satu upaya menekan penyebaran wabah virus corona juga masuk ke kalkulasi bank sentral.

Selama beberapa hari terakhir, tren kasus baru virus corona menunjukkan penurunan, sedangkan kasus sembuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus meninggal dunia. Meski begitu, BI tidak mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini yang mencapai 2,3 persen dengan mencermati dampaknya kepada sektor investasi, produksi, dan pariwisata.

Dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan, BI telah melakukan quantitative easing (QE) Rp503,8 triliun ke pasar. Gubernur BI merinci total injeksi periode Januari-April 2020 itu terdiri atas pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder yang dilepas investor asing sebesar Rp166,2 triliun.

Selain itu, QE juga bersumber dari term repo atau perjanjian pembelian kembali SBN perbankan, termasuk korporasi yang memiliki SBN dengan jumlah mencapai Rp137,1 triliun. Selanjutnya, penurunan giro wajib minimum (GWM) pada Januari dan April 2020 mencapai Rp53 triliun dan swap valuta asing mencapai Rp29,7 triliun.

Demikian pun kebijakan penurunan GWM dua persen sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang akan berlaku pada 4 Mei 2020 menambah likuiditas Rp102 triliun.

Terakhir, tambahan likuiditas dari kebijakan BI yang tidak mewajibkan selama satu tahun bagi bank yang tidak memenuhi rasio intermediasi makro prudensial senilai Rp15,8 triliun. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaCorona IndonesiaEkonomiPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.