• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Minus 3,1 Persen di Kuartal II/2020

by Redaksi Asiatoday
June 16, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Resesi Global Sedang Berlangsung,  Seluruh Dunia Berjuang untuk Bangkit

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi lebih dalam imbas pandemi covid-19. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan minus 3,1 persen pada kuartal II tahun 2020.

Menurutnya, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberi pengaruh sangat besar, terlebih kebijakan PSSB diberlakukan di sejumlah daerah yang memiliki kontribusi ekonomi cukup besar.

“Seperti DKI Jakarta, Jabodetabek atau Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Dengan pembatasan sosial yang cukup restricted, ini akan memengaruhi kinerja ekonomi di kuartal II yang kita perkirakan ada di negatif territory yaitu minus 3,1 persen,” jelas Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Dengan proyeksi ini, Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini akan cukup menantang. Namun begitu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan sedikit membaik di kuartal III dan kembali positif di kuartal IV.

“Untuk forecast pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 akan sangat ditentukan apakah di kuartal III memang akan sedikit lebih baik dari kuartal II, dan apakah di kuartal IV memang akan ada, paling tidak recovery yang akan muncul,” jelasnya.

Tahun ini pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada antara minus 0,4 persen sampai dengan 2,3 persen. Namun begitu, Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya berada di level nol sampai satu persen.

“Kita masih menggunakan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 antara minus 0,4 hingga 2,3 persen. Meskipun point estimate kita semakin mendekati antara nol sampai satu persen. Kita akan lihat terus dari berbagai perkembangan,” tandasnya. (ATN)

Tags: EkonomiKrisis EkonomiPertumbuhan EkonomiResesi EkonomiSri Mulyani Indrawati
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.