• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Empat Wilayah Ukraina Deklarasi untuk Gabung ke Rusia

by Redaksi Asiatoday
September 21, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ukraina Minta Dukungan Indonesia Melawan Rusia

Negeri Ukraina. Dok

ASIATODAY.ID, DONETSK – Empat wilayah Ukraina di bagian timur dan selatan mendeklarasikan rencana menggelar referendum agar segera bergabung dan  menjadi bagian dari Rusia.

Referendum yang didukung Rusia ini memungkinkan Moskow untuk meningkatkan operasi militernya terhadap Ukraina.

Laporan 9news pada Rabu (21/9/2022), referendum bergabung dengan Rusia dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang di Luhansk, Kherson dan sebagian Zaporizhzhia serta Donetsk.

RelatedPosts

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Indonesian Businessman Sues Bank Mandiri for IDR6.5 Billion Over Withheld Land Certificates

Middle East Conflict Pushes Global Growth to Lowest Level Since COVID-19

Mantan presiden Dmitry Medvedev, yang menjabat deputi kepala Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa referendum di empat wilayah tersebut dapat membuat garis perbatasan menjadi sesuatu yang “tak bisa diubah lagi” nantinya.

Jika empat wilayah itu pada akhirnya memilih bergabung, lanjut Medvedev, maka Rusia akan menggunakan “segala cara” untuk membela keempatnya jika sewaktu-waktu terjadi serangan.

Sementara itu di Kyiv, ibu kota Ukraina, Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengecam referendum tersebut sebagai sesuatu yang ilegal.

Meski berbentuk referendum, warga di keempat wilayah itu kemungkinan besar akan memilih bergabung dengan Rusia alih-alih tetap bersama Ukraina. Namun jika itu terjadi, negara-negara Barat hampir dapat dipastikan tidak akan mengakuinya.

Di Donetsk, salah satu bagian dari kawasan Donbas, pemimpin separatis Denis Pushilin mengatakan bahwa referendum pekan ini akan “memulihkan keadilan historis” untuk “masyarakat yang sudah lama menderita” di wilayahnya.

“Mereka berhak menjadi bagian dari sebuah negara besar, yang selama ini mereka anggap sebagai tanah air mereka,” ujar Pushilin, merujuk pada Rusia.

Sedang di sebagian wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, aktivis pro-Moskow Vladimir Rogov berkata: “Semakin cepat kami menjadi bagian dari Rusia, semakin cepat perdamaian itu akan datang.” (ATN)

Tags: RusiaUkraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • Indonesian Businessman Sues Bank Mandiri for IDR6.5 Billion Over Withheld Land Certificates
  • IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods
  • Asia Shakes Up the 2026 World Cup: Japan Holds Netherlands as Asian Teams Remain Unbeaten
  • Middle East Conflict Pushes Global Growth to Lowest Level Since COVID-19
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.