• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

EuroCham: Indonesia Sebaiknya Hapus Pembatasan Modal Asing di Sektor Pertanian

by Redaksi Asiatoday
August 25, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
EuroCham: Indonesia Sebaiknya Hapus Pembatasan Modal Asing di Sektor Pertanian

Lembaga nirlaba, EuroCham. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga nirlaba, EuroCham mengungkapkan, pemerintah Indonesia sebaiknya menghapuskan berbagai pembatasan modal asing di sektor pertanian.

Langkah ini dipandang penting demi menggenjot pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi sehingga mampu meningkatkan kualitas hasil produk.

Menurut Kepala Deputi Pertanian, EuroCham, Laksmi Prasvita, porsi modal asing yang ditempatkan di seluruh sektor usaha baru sekitar 25 persen. Sementara masih banyak potensi masuknya modal asing ke sektor pertanian terutama dari kawasan eropa.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Potensi inovasi dan teknologi yang bisa dibawa Eropa ke Indonesia sangat banyak. Karena itu, penghapusan terhadap pembatasan perusahaan-perusahaan Eropa yang akan masuk membawa inovasinya menjadi solusi dan pilihan untuk petani di Indonesia,” terang Laksmi di forum Webinar Center for Indonesia Public Policy (CIPS), Selasa (25/8/2020).

Laksmi memandang, seluruh kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia saat ini dengan visi mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern, sudah sesuai dengan yang diinginkan dengan perusahaan-perusahaan Eropa.

Karena itu, setiap kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini pasti didukung oleh kalangan perusahaan.

“Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam EuroCham ingin meningkatkan SDM pertanian di Indonesia. Kita ingin berbagi dengan pemerintah untuk memaksimalkan sektor pertanian,” imbuhnya.

Laksmi mengungkapkan, permintaan produk pertanian dari perusahaan di Eropa cukup tinggi. Apalagi, sektor pertanian hingga kuartal kedua 2020 diketahui menjadi sektor lapangan usaha yang mampu tumbuh positif dan meningkatkan kontribusinya kepada produk domestik bruto nasional.

Untuk lebih meningkatkan peran sektor pertanian, menurut Laksmi dibutuhkan tambahan investasi riil.

“Semakin meningkatnya penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian dipastikan akan meningkatkan daya tahan pertanian dan petani, apalagi di masa krisis saat ini,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia EropaEurochamPertanian Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.