• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Fadli Zon Bicara TKA China ke Indonesia dan Kebijakan Donald Trump

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Fadli Zon Bicara TKA China ke Indonesia dan Kebijakan Donald Trump

Fadli Zon. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Langkah Pemerintah Indonesia menerima Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia masih menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, tidak ada urgensi kepentingan nasional dalam kebijakan itu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon lantas membandingkan kebijakan pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Di Indonesia, pemerintah mengizinkan ratusan TKA asal China masuk dan bekerja di dalam negeri. Sementara Donald Trump, justru memperpanjang larangan mengeluarkan kartu izin tinggal dan bekerja bagi para Tenaga Kerja Asing di AS hingga akhir tahun.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Fadli mengungkapkan hal itu melalui kicauannya di media sosial Twitter.

“Pada akhirnya yang utama bagi sebuah negara adalah kepentingan nasional (national interest). Trump melarang pekerja asing agar pekerja AS tdk menganggur. RI mendatangkan pekerja RRC sementara banyak orang Indonesia masih menganggur,” kicau @fadlizon, yang dimonitotor Kamis (25/6/2020).

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR itu kemudian mempertanyakan lebih nasionalis mana antara dua kebijakan tersebut.

Fadli menautkan sebuah berita dalam kicauannya. Berita tersebut mengangkat judul ‘Trump Lanjut Larang Visa Pekerja Asing agar Warga AS Tak Menganggur’.

Diketahui, gelombang pertama dari 500 TKA asal China yang berjumlah 152 orang sudah tiba di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menggunakan pesawat sewaan. Dalam rombongan TKA itu ikut serta empat tenaga medis.

Mereka langsung diangkut menuju Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe melalui jalur alternatif untuk dipekerjakan sebagai tenaga ahli di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) .

Kehadiran para TKA China tersebut diwarnai gerakan penolakan elemen mahasiswa di daerah setempat.

Dalam aksi itu turut berorasi anggota DPRD Sultra Fraksi PKS, Sudirman.

Sudirman menyampaikan keraguannya soal status tenaga ahli yang dilabelkan kepada para TKA tersebut

“Katanya tenaga ahli, tapi faktanya pegang sekopang (sekop) dan angkat galon juga campur-campur pasir,” teriak Sudirman dalam orasinya.

Unjukrasa yang berlangsung di jalur bandara hingga dinihari itu bahkan sempat diwarnai bentrokan dengan aparat. Namun pada akhirnya situasi tetap terkendali. (ATN)

Tags: Fadli Zon LibraryTKA China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.