• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina: Militer Amerika Dibutuhkan di Asia

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Virus Corona Menyebar di Kapal Induk Amerika, Ribuan Kru Segera Dievakuasi

Kapal Induk Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Filipina turut memanaskan situasi di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China diblaut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodor Locsin menyatakan, kehadiran militer Amerika Serikat sangat dibutuhkan di Asia untuk membendung China.

Amerika dan China masih terus terlibat ketegangan mulai dari soal perdagangan hingga apa yang dianggap Amerika sebagai langkah agresif angkatan bersenjata China yang mengklaim Laut China Selatan termasuk di sekitar Taiwan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami memiliki situasi balance of power. Kami membutuhkan kehadiran Amerika di Asia,” kata Menteri Locsin dalam wawancaranya dengan ANC News Channel, dikutip dari CNA, Kamis (27/8/2020).

Amerika memang sudah cukup lama menentang klaim teritorial China di Laut China Selatan.

Amerika bahkan secara teratur mengirimkan kapal perang untuk menunjukkan kebebasan navigasi di wilayah itu. Mereka memperkuat posisinya bulan lalu dengan menolak klaim maritim China di Laut China Selatan, sebuah langkah yang dikutuk China.

Locsin mengatakan akan menjadi kepentingan Filipina bagi Amerika untuk mempertahankan kehadiran militernya di kawasan tersebut. Ia menegaskan negara itu tidak pernah berhenti bekerjasama dengan sekutu keamanan lamanya.

Filipina telah mengajukan beberapa protes diplomatik terhadap apa yang dilihatnya sebagai kegiatan provokatif China pada laut yang disengketakan. Terakhir kali yang diajukan adalah apa yang dianggap China sebagai penyitaan illegal atas peralatan nelayan Filipina di sebuah laguna yang disengketakan.

China mengklaim kepemilikan bersejarah sebagian besar Laut Cina Selatan menggunakan peta lama yang dikatakan sebagai bukti kedaulatan. Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga juga mengajukan klaim atas wilayah itu.

Disaat Filipina mengharapkan kehadiran militer Amerika, Locsin justru menyambut peluang ekonomi yang ditawarkan China. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.