ASIATODAY.ID, MANILA – Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Filipina mengungkapkan Filipina kemungkinan besar akan mempertahankan kesepakatan militer penting dengan Amerika Serikat (AS), yang sebelumnya terancam diakhiri Presiden Rodrigo Duterte.
Menurut Locsin, Presiden Duterte akan memperpanjang penangguhan pembatalan Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) selama enam bulan ke depan. Di lain sisi, pemerintah juga akan mempelajari lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut.
“Kedua belah pihak lebih lanjut membahas perhatiannya mengenai sejumlah aspek tertentu dari perjanjian itu,” papar Locsin sebagaimana laporan straitimes, Selasa (15/6/2021).
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana juga mengeluarkan pernyataan yang mendukung langkah tersebut. Menurutnya, periode peninjauan tambahan akan membantu Duterte sampai pada keputusan yang tepat terkait masalah tersebut.
“Kerja sama bilateral kami dengan AS diarahkan untuk menegakkan kepentingan nasional. Sejauh yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Filipina,” imbuh Lorenzana.
Pada Februari 2020, Filipina memberi tahu otoritas AS bahwa mereka akan mengakhiri pakta tersebut. Diketahui, perjanjian tersebut mengatur kerja sama militer antara kedua negara sejak 1998. Itu menjadi kunci menerapkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani pada 1951, tak lama setelah Filipina mencapai kemerdekaan dari AS. (ATN)
