• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gagal Atasi Covid-19, PM Israel Dipaksa Mundur

by Redaksi Asiatoday
October 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gagal Atasi Covid-19, PM Israel Dipaksa Mundur

Unjukrasa di Tel Aviv mendesak PM Israel Benjamin Netanyahu mundur. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Gelombang aksi unjukrasa puluhan ribu warga kembali menggema di penjuru negeri mendesak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu turun dari jabatannya.

Demonstran mengabaikan larangan pemerintah untuk menggelar unjuk rasa besar terpusat. Pemerintah Israel menerapkan larangan tersebut sebagai bagian dari langkah menahan laju penyebaran virus corona.

Setiap pekan dalam tiga bulan terakhir, pengunjuk rasa Israel berkumpul di depan kediaman perdana menteri di Yerusalem. Pengunjuk rasa menuntut Netanyahu mundur setelah penguasa lama itu menerapkan karantina nasional kedua untuk memutus rantai penularan virus corona.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pada pekan ini pemerintah Israel meloloskan aturan yang hanya mengizinkan demonstran untuk berunjuk rasa satu kilometer dari rumahnya. Netanyahu mengatakan larangan itu didorong atas kekhawatiran terhadap virus corona.

Pengunjuk rasa menuduhnya sengaja memperketat peraturan untuk membungkam aspirasi mereka.

Pada Minggu (4/10/2020), Voice of America (VoA) melaporkan penyelenggara unjuk rasa mengatakan ada lebih 1.000 demonstrasi yang digelar di Israel.

Unjukrasa terbesar digelar di Alun-alun Habima di Tel Aviv. Dalam demonstrasi itu, massa meniup terompet, memukul drum, dan meneriakkan slogan anti-pemerintah. Salah satu spanduk unjuk rasa bertuliskan ‘kediktatoran, didukung oleh corona’.  

Puluhan polisi anti huru-hara berjaga di belakang penghalang besi. Sejumlah orang ditangkap sementara 200 orang berkumpul di depan rumah Netanyahu di Yerusalem.

Pengunjuk rasa mengatakan Netanyahu harusnya tidak menjabat sebagai perdana menteri ketika ia didakwa atas tuduhan korupsi. Para demonstran juga menuduhnya gagal mengatasi krisis pandemi virus corona yang telah menghancurkan perekonomian negeri itu. Sebagian besar pengunjuk rasa adalah pemuda-pemudi yang kehilangan pekerjaan selama pandemi.  

Media Israel melaporkan ada sejumlah serangan terhadap pengunjuk rasa yang terjadi di beberapa lokasi. Termasuk pemukulan yang membuat perempuan berusia 57 tahun berlumuran darah.

Sebagian besar aksi unjuk rasa pada Sabtu malam digelar dalam kelompok-kelompok kecil dan tersebar di wilayah Israel, meskipun terdapat kelompok ribuan orang yang berkumpul di Tel Aviv.

Sejumlah kecil dari mereka ada yang bentrok dengan polisi dan mencoba memblokade jalan. Sekitar 15 orang ditangkap, menurut keterangan kepolisian.

Rival Netanyahu sekaligus Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan serangan-serangan tersebut ‘tak dapat dibayangkan’. Ia meminta polisi segera menangkap pelaku penyerangan.

“Unjuk rasa yang digelar sesuai dengan peraturan kesehatan itu sah dan vital bagi demokrasi,” katanya seperti dikutip VoA.

Akhir Mei lalu Netanyahu dan Gantz membentuk pemerintahan darurat setelah Israel gagal menentukan pemenang tiga pemilihan umum yang digelar tahun lalu. Dua rival itu mengatakan mereka harus membentuk aliansi untuk mengatasi virus corona. (ATN)

Tags: Benjamin NetanyahuIsrael
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.