• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gagasan ASEAN Outlook Indo-Pasifik Indonesia Menjembatani Perbedaan

by Redaksi Asiatoday
August 28, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gagasan ASEAN Outlook Indo-Pasifik Indonesia  Menjembatani Perbedaan

Dubes Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konsep Indo-Pasifik yang digagas inisiasi Indonesia sudah diadopsi outlooknya di dalam tubuh ASEAN. Namun saat ini, ada konsep serupa yang diajukan oleh negara lain. Konsep serupa itu digagas oleh Amerika Serikat (AS), Jepang, India dan Australia.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma, konsep yang disuguhkan Indonesia berbeda.

“Manifestasi dari gagasan Indo-Pasifik mereka kan bikin quad. Ini sifatnya lebih ke strategis dan militer,” terang Dubes Rizal Sukma di CSIS, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

“Di lain pihak kan ada visi Tiongkok mengenai tatanan di kawasan, seperti BRI (Belt and Road Innitiative), connectivity dan segala macam. Jadi seperti ada kompetisi mengenai outlook,” tegasnya.

Dubes Rizal mengatakan, satu gagasan ingin mengesampingkan pihak lain. Sementara gagasan lain terlihat ingin menjadi kekuatan yang berpengaruh di kawasan. Menurutnya ASEAN tidak nyaman dengan kondisi perang memperebutkan pengaruh itu.

“ASEAN Outlook Indo-Pasific menjembatani perbedaan dua visi tatanan regional yang berbeda ini. Jadi semacam tempat pertemuan, kita tetap ingin menjadi sentral,” jelas Rizal.

Rizal mengungkapkan, sentralitas ASEAN tidak dalam pengertian militer, tetapi semua proses untuk saling memahami dan kerja sama dilakukan melalui proses lembaga-lembaga di kawasan yang bertumpu di kawasan. Satu-satunya lembaga yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah East Asia Summit (EAS) atau KTT Asia Timur.

“East Asia Summit sangat potensial untuk menjadi platform menerjemahkan outlook Indo-Pasifik ASEAN itu tadi,” tegasnya.

“Ketika kita bicara Indo-Pasific Outlook, pada dasarnya bagaimana memastikan kita mengelola persaingan Amerika dengan Tiongkok ini. Cuma secara resmi tidak disebutkan hal itu, makanya tidak ada di dokumen ASEAN Indo-Pasific Outlook,” jelasnya.

Rizal memandang, Indonesia bersama ASEAN tidak reaktif menghadapi persaingan, tetapi juga inisiatif. Intinya, tidak cukup menanggapi perkembangan dari eksternal namun langsung bereaksi.

“Hal tersebut harus diubah demi menggapai cita-cita poros maritim dunia Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi yang terjadi di kawasan saat ini,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AseanAsean OutlookAsia PasifikDubes InggrisDubes RI InggrisIndo PasifikRizal Sukma
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.