• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Garap Blok Natuna dan Masela, Produksi Minyak Indonesia Ditarget Capai 743 Ribu BPH

by Redaksi Asiatoday
January 29, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia-Jepang Intensifkan Kolaborasi Pengembangan Blok Masela

Blok Masela, Maluku. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan lifting atau produksi siap jual minyak sebesar 743 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2024.

Capian target ini ditetapkan dalam data pembangunan dan target rencana strategis Kementerian ESDM dalam periode lima tahun mendatang.

“Kita akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua. untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau biochemical surfactant,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif melalui keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (29/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Rencana ini sebelumnya juga sudah dipaparkan oleh Menteri ESDM dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Gedung Nusantara DPRI RI Jakarta, Senin (27/01) lalu.

Menurut mantan Dubes Jepang ini, program EOR, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.

“Memang, kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dapat mendapatkan sumber formula yang tepat tentang komposisi EOR ataupuan biochemical,” jelasnya.

Sesuai proyeksi Pemerintah, Lapangan Ande-Ande Lumut di Natuna bisa menjadi pendongkrak lifting minyak pada tahun 2023 sebesar 25 bpd.

Terdapat pula dua sumber lain yang jadi andalan yakni Indonesia Deepwater Development/IDD (23 bpd di 2024) dan Lapangan Abadi, Blok Masela (36 bpd di 2027).

“Sisanya kita bisa mempercepat cekungan-cekungan WK yang masih ada di kawasan kita,” ungkap Arifin.

Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan potensi lain dari penggalian batuan sumber (source rock) kendati membutuhkan biaya eksplorasi yang lebih mahal.

“Cost-nya lebih mahal tapi teknologi bisa mengatasi,” tegas Arifin.

Saat ini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” tengah melakukan upaya-upaya serupa dengan memanfaatkan teknologi yang ada dan kemudian menawarkan hasil penelitian kepada pemilik-pemilik WK Migas.

“Yang mau memanfaatkan teknologi ini bisa di-scale up dulu dengan konsep no gain, no pain,” pungkas Arifin. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Blok MaselaBlok MigasBlok NatunaIndustri Minyak dan GasKESDMKomisi VII DPRMigas Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.