• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak di India, 24 Orang Tewas dalam Aksi Protes UU Kewarganegaraan

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak di India, 24 Orang Tewas dalam Aksi Protes UU Kewarganegaraan

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Gelombang unjukrasa menentang undang-undang (UU) Kewarganegaraan di Indonesia kian memanas.

Bentrokan kian tak terhindarkan. Jumlah korban tewas kembali bertambah. Hingga Sabtu 21 Desember 2019, angka kematian telah mencapai 24 orang, sejak unjuk rasa meletus sekitar dua pekan lalu.

Seorang pemuda berusia 25 tahun tewas dalam bentrokan dengan polisi di distrik Rampur, Uttar Pradesh. Sejauh ini, total kematian di negara bagian tersebut mencapai 15 orang.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Satu dari 15 kematian meliputi bocah berusia 8 tahun yang terinjak-injak dalam kerusuhan usai sekelompok polisi bersenjatakan pentungan menyerbu pengunjuk rasa.

“Sejauh ini 15 orang tewas sejak Kamis kemarin di Uttar Pradesh,” kata seorang polisi bernama Shirish Chandra kepada kantor berita Xinhua.

“Ada satu orang tewas di Rampur hari ini, dan 13 lainnya pada Kamis kemarin di beberapa distrik. Ada juga satu orang lainnya yang tewas di Lucknow,” sambung dia.

Dilansir dari AFP, total kematian di seantero India terkait bentrokan UU kewarganegaraan mencapai 24 orang.

Aksi protes massa meletus di Uttar Pradesh sejak Kamis kemarin. Banyak warga menentang keras UU kewarganegaraan yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim di India.

Menurut Kepala Kepolisian Uttar Pradesh O P Singh, tidak ada satu pun kematian di negara bagian tersebut yang diakibatkan tembakan senjata api polisi.

Saksi dari AFP mengaku melihat sejumlah pedemo yang terluka di bagian kepala usai sempat bentrok dengan aparat keamanan di New Delhi. Sebuah mobil dibakar, dan meriam air serta pentungan digunakan polisi untuk membubarkan massa.

Otoritas India terus mencoba meredam aksi protes UU kewarganegaraan yang kini telah memasuki pekan kedua dengan berbagai cara, termasuk memutus jaringan internet.

Sejumlah kritik khawatir UU kewarganegaraan ini — dikenal dengan Citizenship Amandement Act (CAA) — dapat merusak konstitusi sekuler India.

Diloloskan beberapa pekan lalu, UU ini menawarkan kewarganegaraan bagi imigran non-Muslim yang berasal dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Demonstrasi IndiaIndiaKerjasama Indonesia - IndiaUU Kewarganegaraan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.