ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) terus berpacu untuk membangkitkan kembali industri pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berusaha memulihkan kembali sektor tersebut, dengan menghidupkan kembali Pariwisata Bali.
Selain domestik, Bali menjadi salah satu destinasi terbaik di Asia yang paling diminati wisatawan dunia.
Beragam kegiatan pun dirancang untuk menarik kunjungan wisatawan, salah satunya melalui pertunjukkan drama spektakuler, Devdan Show-Treasure of Archipelago.
“Devdan Show-Treasure of Archipelago adalah pertunjukan drama teatrikal yang rutin digelar di Nusa Dua Theatre. Devdan Show pernah diangkat di Majalah Conde Nast Traveller tahun 2012. Devdan Show menyatukan keragaman budaya dari seluruh kepulauan di Indonesia ke dalam satu panggung. Ini bukanlah pertunjukkan musik, melainkan sebuah drama yang memadukan akrobatik dan gerakan tari kontemporer yang terinspirasi dari budaya Indonesia yang memesona,” terang Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Iyung Masruroh dalam siaran persnya, Sabtu (5/12/2020).
Kata devdan menurut Masruroh berasal dari bahasa Sanskerta ‘deva’ dan ‘dhana’ yang berarti anugerah Tuhan. Kekayaan Indonesia merupan anugerah dari Tuhan untuk bangsa Indonesia. Kisah Devdan berawal dari dua bocah yang merupakan bagian dari grup wisatawan merasa bosan dengan perjalanannya. Ia kemudian memisahkan diri dari grupnya dengan memanjat sebuah tebing yang menarik perhatian mereka.
“Keduanya menemukan sebuah peti yang berisi berbagai benda unik yang akan membawa mereka, beserta penonton, ke dalam sebuah perjalanan menikmati kekayaan Indonesia,” terang Masruroh.
“Dalam kegiatan yang berlangsung selama 90 menit itu kita akan dibawa berkeliling kepulauan Nusantara mulai dari Bali ke Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua. Selain menampilkan tarian yang berbeda, pertunjukkan ini juga dilatari musik tradisional dari perbagai daerah hingga musik modern seperti hip-hop,” jelasnya.
Pertunjukan ini tentunya menyuguhkan kostum tradisional hingga sentuhan fesyen modern. Sejumlah seniman terkenal baik dari Indonesia maupun dunia internasional ikut serta dalam Devdan Show di belakang panggung.
Tema kebudayaan Indonesia sengaja diangkat untuk membangkitkan semangat dan rasa nasionalisme kepada generasi muda.
“Selain itu, juga memperkenalkan keragaman budaya Indonesia ke seluruh dunia mengingat banyaknya wisatawan mancanegara yang mengunjungi Bali,” kata Masruroh.
Pertunjukkan itu diselenggarakan empat kali dalam seminggu yaitu pada Senin, Rabu, Jum’at dan Sabtu pukul 19.00 WITA. Selain menikmati pertunjukan, para turis, juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Indonesia dan internasional. (ATN)
