• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Genjot Investasi Asing, Indonesia Berjuang Jadi Anggota OECD

by Redaksi Asiatoday
October 9, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Genjot Investasi Asing, Indonesia Berjuang Jadi Anggota OECD

Negara-negara anggota OECD. Foto : dok OECD

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia tengah berjuang agar menjadi negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2024. Langkah itu sebagai upaya menarik investor asing yang lebih tertarik menanamkan modal di negara-negara anggota OECD.

“Berbagai hal kerap ditanyakan oleh investor luar, salah satunya apakah Indonesia sudah anggota OECD,” terang Menteri/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Bambang memandang, dengan keanggotaan Indonesia dalam OECD akan mudah mendatangkan investasi yang lebih besar, selain peringkat rating dari Standard & Poor’s (S&P), Moody’s, dan Fitch Group.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kalau Indonesia sudah bergabung OECD, standar atau referensi oleh investor internasional sudah terpenuhi,” jelasnya.

Menurut Bambang, pemerintah saat ini sedang mempelajari berbagai persyaratan untuk menjadi bagian OECD. Salah satunya, proyeksi status Indonesia menjadi upper-middle income country atau negara maju dalam beberapa tahun ke depan.

Sebenarnya kata Bambang, pemerintah Indonesia sudah sering bekerja sama dengan OECD. Pada akhir tahun lalu, pemerintah memperpanjang program kerja sama (joint work programme) dengan OECD untuk 2019-2021 yang mencakup area administrasi dan kepatuhan perpajakan, pembangunan infrastruktur, perlindungan lingkungan, pengembangan UKM, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

“Saat ini kita masih pelajari dulu antara kondisi kita hari ini dan standar OECD,” imbuhnya.

Adapun OECD memiliki 35 negara anggota, sebagian besar merupakan negara-negara maju. Beberapa negara berkembang yang bergabung di dalam OECD di antaranya seperti Turki, Meksiko, dan Chili. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BappenasInvestasi GlobalOECD
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.