• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Gentala Institute: Belt and Road Initiative China Tawarkan Pertumbuhan Baru di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gentala Institute: Belt and Road Initiative China Tawarkan Pertumbuhan Baru di Indonesia

Kawasan pelabuhan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Infrastruktur di Indonesia yang dibangun di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Intiative/BRI) China, tidak hanya membantu memperbaiki kehidupan masyarakat tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan ekonomi lokal dan lebih luas lagi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Fathan Sembiring, co-founder Gentala Institute yang berbasis di Indonesia.

“Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra akan mendatangkan lebih banyak keuntungan. Misalnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, saya pikir itu akan menguntungkan banyak ekonomi lokal. Ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur kereta berteknologi tinggi dan modern. Menurut saya ini akan meningkatkan perekonomian lokal karena dengan adanya infrastruktur transportasi berteknologi tinggi dan modern, ini juga akan menciptakan efek menetes ke bawah (trickle-down) pada perekonomian, misalnya UKM (Usaha Kecil Menengah) setempat, lalu, misalnya, sektor akomodasi dan layanan ekonomi lokal lainnya,” kata Fathan Sembiring, Co-founder Gentala Institute, kepada Xinhua, dikutip Selasa (7/3/2023).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Lebih lanjut pakar itu mengatakan bahwa investasi China melalui inisiatif tersebut menawarkan peluang pembangunan yang dulu tidak dimiliki daerah-daerah kecil.

“Ini bukan hanya kerangka kerja. Misalnya di Sulawesi Tengah atau Sulawesi Tenggara, tempat-tempat itu kurang ramai. Tidak ada apa-apa di sana, hanya ada gunung, hanya ada pasir, hanya ada tanah. Namun, ketika investasi datang, puluhan ribu lapangan kerja tercipta dan ekonomi daerah berkembang pesat,” jelasnya.

“Berkat perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia, hal ini tak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi secara nyata memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Belt and Road InitiativeGentala InstituteKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.