• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Geoship, Inovasi Rumah Tahan Bencana dan Hemat Energi

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Geoship, Inovasi Rumah Tahan Bencana dan Hemat Energi

Desain rumah Geoship. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah perusahaan rintisan (startup) menciptakan rumah ramah lingkungan yang fenomenal. Proyek rumah inovatif ini dinamai Geoship.

Geoship dirancang seperti perumahan berbentuk kubah bioceramic dengan harga relatif terjangkau, hemat energi, tahan api, dan tahan bencana. Hunian tersebut didesain tahan lama. Bahkan, diklaim kuat bertahan lebih dari 500 tahun.

“Rumah Geoship menghemat uang Anda, lebih baik untuk bumi, dan jauh lebih baik untuk kesehatan Anda,” kata perwakilan startup, dikutip Designboom, Sabtu (24/8/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Geoship saat ini dalam tahap pengembangan dan menuju produksi. Harga yang ditawarkan mulai dari USD55 ribu (Rp783 juta) untuk rumah mungil hingga USD250 ribu (Rp3,5 miliar) untuk rumah besar.

Srukturnya terbuat dari keramik yang dibuat untuk bertahan selama lebih dari 500 tahun. Bahan ini bersifat kristal dan terikat secara kovalen/ion dan telah diuji di beberapa industri penting.

Jika terjadi kerusakan pada panel keramik, maka dapat dengan mudah diperbaiki dan dapat disemprotkan seperti cat untuk melapisi kubah. Desain kubah dirancang tahan terhadap bencana seperti gempa bumi, angin topan, dan bahkan serangga.

“Berdasarkan pada sifat-sifat material, kami berharap bahwa kubah bioceramic akan dapat tahan bila terendam dalam air untuk waktu yang sangat lama, cepat mengering tanpa merusak cangkang,” jelasnya.

Perusahaan startup baru-baru ini bermitra dengan Zappos, sebuah institut buckminster fuller, dan proyek perbaikan kota untuk membangun desa geodesik permanen pertama di dunia sebagai hadiah kepada komunitas tunawisma las vegas. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana AlamGeoshipGreen BusinessGreen PropertyProperti
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.