• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Google Pecat 80 Karyawan yang Terlibat Penyalahgunaan Data

by Redaksi Asiatoday
August 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Google Relokasi Produksi Pixel dari China ke Vietnam

Google Relokasi Produksi Pixel dari China ke Vietnam. Ist

ASIATODAY.ID, CALIFORNIA – Google dilaporkan telah memecat puluhan karyawan sejak 2018 hingga 2020 karena penyalahgunaan data pengguna.

Berdasarkan data internal yang diperoleh Vice News, merinci hasil investigasi internal raksasa teknologi tentang bagaimana karyawannya memanfaatkan posisi mereka untuk mencuri, membocorkan, atau menyalahgunakan data yang dapat mereka akses.

Menurut Vice, 36 karyawan Google pada 2020 dipecat karena masalah terkait keamanan, 26 orang pada 2019 dan 18 karyawan pada 2018.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sebanyak 86 persen dari mereka yang dipecat tahun lalu karena berbagi informasi internal dengan pihak luar. Sedangkan 10 persen kasus lainnya berkaitan dengan penyalahgunaan sistem perusahaan, yang mencakup pengaksesan data pengguna atau karyawan dan juga membantu orang lain mengakses data tersebut.

“Contoh yang dirujuk sebagian besar terkait dengan akses yang tidak tepat, atau penyalahgunaan, informasi perusahaan atau IP yang memiliki hak milik dan sensitif,” kata juru bicara Google kepada Vice, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Sabtu (7/8/2021).

Ia menambahkan, mengenai data pengguna, perusahaan secara ketat membatasi akses karyawan melalui sejumlah perlindungan, termasuk membatasi akses ke data pengguna hanya untuk individu yang diperlukan.

Selain itu, perusahaan juga melakukan peninjauan multi-tahap sebelum akses diberikan ke data sensitif dan pemantauan untuk anomali akses. (ATN)

Tags: Google
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.