• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Green Building Jadi Pilihan Utama Korporasi di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
July 12, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Green Building Jadi Pilihan Utama Korporasi di Asia Pasifik

Green Building Area. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Green Building atau bangunan ramah lingkungan kini jadi pilihan utama di Asia Pasifik.

Mayoritas perusahaan di kawasan itu bahkan bersedia membayar biaya sewa premium untuk dapat menggunakan bangunan dengan sertifikasi ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

Menurut Chief Executive Officer JLL Asia Pacific Anthony Couse, saat ini sekitar 40 persen pengguna real estat di Asia Pasifik menargetkan pengembangan properti dengan emisi karbon nol persen. Selain itu, 40 persen pengguna properti lainnya menargetkan akan melakukan hal yang sama hingga 2025.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Komitmen perusahaan pengguna real estat untuk mempercepat pencapaian emisi karbon nol persen pada 2025 telah mendorong 50 persen investor untuk memprioritaskan pengembangan properti bersertifikasi ramah lingkungan,” jelasnya dalam laporan, Senin (12/7/2021).

Upaya dekarbonisasi real estat juga mendorong 80 persen pengguna dari segmen perusahaan lebih memilih lokasi yang membantu mereka mengurangi emisi karbon, sedangkan 65 persen investor akan lebih fokus pada investasi bangunan yang ramah lingkungan.

Laporan JLL yang mengacu pada survei terhadap lebih dari 550 pemimpin corporate real estate perusahaan juga mencatat, 90 perusahaan perusahaan di Asia Pasifik setuju bahwa mengatasi emisi dari sektor properti sangat penting dalam upaya mencapai target emisi karbon nol persen.

Hal tersebut juga menandakan era baru untuk portofolio sewa dan investasi di industri properti di kawasan regional. Mayoritas perusahaan penyewa gedung berkonsep ramah lingkungan rela membayar biaya sewa lebih tinggi 7 persen hingga 10 persen, sehingga bisa menjadi tolok ukur bagi bisnis penyewaan di masa depan.

“Bagi perusahaan yang beroperasi di Asia Pasifik, pengurangan penggunaan aktivitas karbon memiliki kaitan erat dengan properti. Para pengguna mengharapkan solusi properti yang dapat mendukung agenda keberlanjutan mereka. Ini akan mendorong investor untuk memprioritaskan investasi hijau, mengarahkan transformasi industri real estat menuju bangunan ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu, laporan tersebut juga menyebutkan tiga dari empat perusahaan yang disurvei melihat infrastruktur teknologi yang kurang memadai sebagai sebuah rintangan dalam mencapai target tersebut.

Chief Research Officer JLL Asia Pacific Roddy Allan menuturkan bahwa masyarakat di kawasan Asia Pasifik cenderung beralih ke bangunan ramah lingkungan dalam upaya mengatasi risiko iklim.

Perusahaan pun bersedia membayar harga premium untuk mendapatkan properti yang mampu memenuhi kebutuhannya tersebut.

“Kalangan dunia usaha mulai memperlihatkan tanggung jawab yang lebih besar untuk mengambil tindakan nyata melalui portofolio properti mereka. Portofolio ini akan bergantung pada kemitraan antara penyewa dan investor untuk mengubah target keberlanjutan menjadi aksi nyata,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia PropertyEmisi KarbonGreen BuildingGreen PropertyJLL
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.