• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gunung Anak Krakatau Alami 8 Kali Letusan dan Muntahkan Abu Vulkanik

by Redaksi Asiatoday
April 23, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gunung Anak Krakatau Alami 8 Kali Letusan dan Muntahkan Abu Vulkanik

Letusan Gunung Anak Krakatau. Foto: PVMBG

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda Lampung Selatan hingga Sabtu siang (13/4/2022) masih terus mengeluarkan abu vulkanik dengan tinggi 1.500 meter dengan intesitas tebal.

Abu vulkanik tersebut mengarah ke Pusat Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.

Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Kamis kemarin (21/4/2022). Abu vulkanik disemburkan Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 1.500 meter dan larva pijar setinggi 200 meter dari puncak Krakatau.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Berdasarkan data dari pusat vulkanologi mitigasi bencana geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos pengamatan di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu siang (23/4/2022) tercatat terjadi delapan kali letusan.

Adapun tinggi abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 50 meter hingga 1.500 meter dengan warna asap putih, kelabu dan hitam.

Pada malam hari teramati letusan strombolian terus menerus dengan tinggi lebih kurang mencapai 200 meter.

Menurut keterangan Andi Suardi, petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Erupsi Gunung Anak Krakatau juga sempat mengeluarkan larva pijar yang mencapai 200 meter dari puncak gunung berapi tersebut.

“Sejak jumat kemarin suara dentuman dari erupsi Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdengar di sekitar pesisir lampung selatan,” ujar Andi Suardi.

Untuk diketahui Gunung Anak Krakatau berada dalam status level 2 atau waspada, para nelayan dan wisatawan dilarang untuk mendekati dengan radius 2 kilometer.

Data yang dirilis Badan Geologi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui situs magma, Gunung Anak Krakatau mengalami 8 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 37-60 MM dan lama gempa hembusan amplitudo 15-36 mm.

Selain itu, lama gempa 20-65 detik serta 1 gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-54 mm dominan 50 mm. (ATN)

Tags: Bencana Gunung MeletusErupsi Gunung KrakatauGunung Anak KrakatauGunung Api
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.