ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dewan Pariwisata Hong Kong (Hong Kong Tourism Board) secara resmi meluncurkan promosi daerah West Kowloon.
Program kawasan West Kowloon menyoroti kekayaan warisan dan kehidupan jalanan yang semarak di Yau Ma Tei dan Jordan serta dua museum baru kelas dunia seperti M+ dan Hong Kong Palace Museum di West Kowloon Cultural District (WKCD).
Promosi daerah West Kowloon menjadi penghubung antara kehidupan lokal komunitas Yau Ma Tei dan Jordan yang ramai, dimana merupakan tempat bagi banyak arsitektur bersejarah, toko yang telah lama berdiri dan keahlian tradisional, serta hasil seni dari WKCD.
Sepanjang evolusi dan revitalisasi yang berkelanjutan, lingkungan ini masih memiliki banyak pengalaman menakjubkan untuk diceritakan ke publik dan pengunjung.
HKTB mengharapkan kampanye ini dapat menarik orang-orang dari seluruh kota untuk kembali menemukan perspektif baru untuk mendorong pariwisata lokal yang mendalam serta menggerakkan kegiatan ekonomi di lingkungan tersebut.
“Pariwisata yang menyajikan pengalaman pengunjung adalah tren yang sedang naik daun dan sangat menginspirasi, terutama dimana tempat tersebut dapat memadukan seni budaya dengan kehidupan lokal yang otentik. HKTB telah memilih untuk meluncurkan promosi skala besar, sebelum perbatasan internasional dibuka kembali, karena kami ingin warga menikmati pengalaman terlebih dahulu dan menemukan tempat wisata tersembunyi di komunitas mereka. Kami ingin menyalakan kembali antusiasme dan apresiasi serta menciptakan aura kehidupan seni yang harmonis di West Kowloon,” ujar Direktur Eksekutif HKTB, Dane Cheng dalam siaran pers, Selasa (14/9/2021).
HKTB berharap masyarakat Hong Kong akan berbagi pengalaman mereka dengan teman dan kerabat di luar Hong Kong. Selain itu untuk mendorong para wisatawan di seluruh dunia agar dapat melakukan perjalanan segera setelah pembatasan wisata sudah dilonggarkan.
“HKTB percaya bahwa program West Kowloon tidak hanya akan mendorong pariwisata domestik dan mendorong angka konsumsi, tetapi juga menyebarkan pesan positif dan memamerkan peluang perjalanan seni dan budaya Hong Kong kepada dunia, serta membangkitkan minat masyarakat lokal di antara para wisatawan yang ingin segera kembali ke Hong Kong setelah perbatasan dibuka kembali.” tambah Dane Cheng. (ATN)
